Santri bukan berarti tidak trendi

Sedikit banyak remaja gaul masa kini terjebak dalam definisi kata Trendi, Modis atau istilah lain yang kerap kali berputar dalam roda dunia tata busana. Tak jarang orang berpendapat bahwa pakaian muslimah yang dikenakan santri itu ketinggalan zaman alias katro . Padahil bila dicermati lebih dalam lagi, sebenarnya yang katro itu orang yang senantiasa mengikuti perubahan mode dengan tujuan tidak ketinggalan zaman, tapi tidak mengindahkan adab berpakaian – seperti tak punya rasa malu – yang merupakan tanda – tanda krisis moral. Bila diselami lebih dalam lagi, zaman krisis moral itu merajalela pada masa Jahiliyah yang telah ada sebelum islam dibawa oleh Nabi Muhamad SAW. Kemudian islam datang untuk memperbaiki kerusakan moral yang terjadi pada zaman Jahiliyah tersebut. Dan perlu diingat bahwa ajaran agama islam itu sesuai perkembangan zaman. Maka barang siapa yang memegang ajaran umat islam niscaya tidak akan ketinggalan zaman. Ironisnya, sekarang zaman Jahiliyah telah kembali menjajah. Itu artinya perkembangan zaman akan kembali dilenyapkan oleh perilaku manusia – manusia yang katro karena tidak mau mengikuti syariah islam. Tak hanya krisis moral dan semua polah manusia yang bangga akan modernisasi, tapi hingga pokok bahasan pakaian trendi. Maka sesungguhnya yang katro bukan santri yang setia dengan ajaran agama islam, melainkan orang – orang yang bangga akan pakaian trendi tanpa mengindahkan aturan berpakaian yang menandakan kembalinya krisis moral seperti zaman Jahiliyah, karena orang – orang berpakaian tapi sebenarnya telanjang ! Sayang,,,,,,,, banyak yang tak menyadari……….. dan akan lebih ironi lagi bila santri tergiur omong kosong bangsa Jahiliyah ini < kasihan deh loe> !!!!!!!!!!!!!!

Facebook Comments

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *