Malaikat Pengalun Hati

Terurai lipatan duka

Teralun secercah canda

Saat bayangmu terlintas

Kalbu menggelora….

Kesunyian menghujam jiwa

Dalam reruntuhan sisa air mata

Mencabi ……..

Mengiris ,,,,,,,,,,

Merintih ……..

Menanti sekeping kelembutan

Manyentuh kehampaan

Dalam…….

Ku ingin Kau merasuk ke dalam

Menyatu …………………..

Menyatu dalam naluriku

Menghapus setiap sudut kegalauan

Mengukir kilau bintang – bintang

Melukis pelangi warna – warni

Bersama kanvas senyuman

Meski hanya perjalanan khayalan

Nan sendu menapak kenangan

………………………………………….

Tetaplah Kau dalam jengkal harapan

Ku pun terdiam terbuai angan

Facebook Comments

Leave a Reply

2 Comments

  1. dloen
    ·

    mai, q suka puisimu yang nich……,btw lo boleh q tau apa sih arti sesungguhnya yang tersimpan dalam setiap bait puisimu itu?

    Reply
  2. damai_wardani
    ·

    Thanks, for your comment.
    Tapi Damai sendiri juga bingung nih, maksudnya apa ya ????????????////

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *