Damai,, Sabar….sabar…..

images

Kadang Damae bingung.. Kenapa ya orang Indonesia sukanya ngaret…….mulu..? ngak pemerintah, menteri, DPR, bisnisman, jurnalis, pegawai negri, petani, mahasiswa, siswa biasa, sampe tukah sapu, pemulung, bahkan anak jalana

n pun jarang sekali yang bisa on time! Ya..Damae akui,, Damai pun masih seperti itu. Kenapa ya?

Kenapa..eh..kenapa..Indonesia tak bisa disiplin.. (nyanyikan dengan lagu Sang Kodok! )

Hmmmmm…..entahlah.. Damae juga nggak tahu..mungkinkah ini takdir?No way! Sebenarnya kita bisa kok jadi negara yang on time, negara yang disiplin, apa susahnya

sih? tapi emang susah sih..soalnya dari akarnya dah kaya gitu.. Eh,, kenapa kita nggak becermin dari negar lain? Jepang , misalnya! (baca: satu-satunya negara maju di Asia ). Di beritakan bahwa keterlambatan kereta api di Jepang hanya 11 detik dalam satu tahun, dan itupun menjadi masalah..lah.kita..orang Indonesia ..acara mulur berjam-jam pun dianggap sepele! tidakkah mereka berpikir bahwa waktu lebih berharga dari pada mutiara y

ang pa

ling berharga!

Sebenarnya ada hal lain yang bikin Damai lenih bingung. Ketika Damai mencoba menerapkan disiplin dalam segala jadwal yang telah tersusun rapi setiap hari, eh….malah Damai dikira orang aneh! Sok sibuk lah, ini lah , itulah, dlllllll!!!!!!!!! Bukankah mereka yang aneh?

Sebenerny

a postingan ini berawal dari keterlambatan dua acara yang dah bikin waktu Damai terbuang sia-sia. Acara pertama tentang Peresmian OASIS yang mulur 3 jam dari jadwal semula. Kalau Damai nggak ditugasi sebagai MC, dan kalau Damai nggak sadar bahwa ini acara anak IPS, apalagi Damai terlibat dalam kepengurusan, wah.. Damai dah kabur jau- jauh hari deh..! (gimana caranya?)

Disusul yang kedua, acara Pelatihamn Jurnalistik yang semula direncanain jam 1 siang trernyata mulur sampai jam 4 sore… wah..kalau dihitung berapa banyak waktu Damai yang terbuang? Padahal kalo buat baca dah dapat berlemba-lemsbar ilmu, kalau buat ngerjain tugas matemtika bisa nyampe lebih dari 100 soal, kalau buat nyuci pasti dah selesai lebih dari 1 ember malahan sekalian kering, kalau… kalau… dan kalau….dipikir-pi

kir….

Tapi tak ada gunanya mengeluh apalagi menyesali apa yang terjadi. Untungnya, dari sini masih tersimpan hikmah yang sedikit banyak bermanfaat, ya

itu belajar menjadi orang sabar…

Sabar..sabar….

Facebook Comments

Leave a Reply

3 Comments


  1. ·

    Saya jg tdk suka ngaret dan berusaha utk tdk ikut ngaret, walaupun saya diundang pada acara dmana peluang ngaret sgt besar. Krn ktepatan waktu adalah bgn dr kredibilitas sseorang,ada upaya penghargaan thp wktu,dan menjaga citra jg.

    Sdmkn saya mnjaga hal itu shg -pernah- pd saat janjian dg bule di hotel novotel solo jam 09.00 bbrpa tahun lalu saya sdh smpe di solo di terminal jam 5an (brgkt dr surabaya jam 12 malam). Jam 8.30 sdh smpe di dpn hotel. (Meski tdk masalah lgsg masuk tp saya lbh memilih duduk2 di warung kopi seberang hotel. Ini tak lbh dr strategi bargaining thp org yg br dikenal. Jika telat 1 menit saya bisa ditinggal sbgmn kebiasaan bule jika seseorang tdk tpt wktu. Jika dtg jauh lbh awal bule bs menganggap saya yg butuh). Akhirnya jam 8.55 saya masuk,dan bule sdh menunggu di loby.

    Saya crita bkan utk pamer,tp dmi bekal klarifikasi ‘tuduhan’ ngaretnya acara jurnalistik kmrn.

    Saat itu mmg sdh saya jadwalkan jam 13.00 mulai. (Sbnrnya ini sangat menyiksa tutor krn wktu istirahat cm 2 jam,stlh menempuh prjalanan dr jkt. Tutor satunya pasti sgt lelah jg krn brgkt dr sby sdh sejak malam sblumnya. Tp dmi siswa saya lbh memilih ‘mengorbankan’ mereka).

    Sayangnya,mba ajeng kebablasan smpe pwt. Saya menyadari kjadian ini pasti
    menyebabkan telat, minimal waktu istirahat tutor2 mjd lebih singkat lg, blm lg bgmn jika peserta2 sdh dtg smua.

    Utk menghindari imbas buruk dr kjadian diatas maka jam 11an saya lgsg SMS nunk buat mengundurkan jadwal mjd jam sekian. (Kputusan kmdn seingatku jam 16.00 stlh mempertimbangkan sgla kmgkinan2)

    Akhirnya,jika saya sdh konfirnasi sblm jadwal apakah tetap dianggap ngaret?. Apalagi kejadian diatas bs dianggap force majour spt gempa,bncana alam,kbakaran,banjir alias kjadian yg tdk kita kehendaki dan tdk disengaja shg bs dimaklumkan.

    Nah, sdh Force majour, sdh konfirmasi diawal..apakah tetap dianggap ngaret.. (doh)

    Demikian penjelasan saya.

    masalahnya, info yang diberikan pada kami ( baca: para peserta yang telah siap dengan seragam jas almamater ternyata disuruh ganti pakai seragam batik) itu hanya dikatakan bahwa acara mundur sampai jam dua karena tutor nyasar di Purwokerto. Kami masih setia menanti, tapi ternyata sampai setengah empat sore kami baru diberi aba-aba lagi disuruh solat ashar dulu kemudian kumpul jam empat tenG!begitu ceritanya…

    Reply

  2. ·

    @damai : –sedang mengingat-ingat— sepertinya ada misunderstanding antara peserta-kruchild-saya-tutor. yg saya ingat saat itu saya dikabari kalau peserta sekarang sedang ngenet, sambil menunggu kedatangan tutor. Balasan dari ibu Nung (via sms) membuat saya sedikit lega, karena sebelumnya kuatir peserta bakal terbengkalai kondisinya.
    sampai akhirnya saya berinisiatif mengajak makan tutor2 sambil melepas lelah di baumiayu. jika saya sadar sedang ditunggu tentu akan berlama-lama acara makanku, dan jam 3.30 an kami baru lanjut ke Benda. Karena yang saya tahu acara diundur menjadi jam 4.

    oke deh, apapun yang terjadi saya minta maaf. semoga kekurangan-kekurangan ini bisa saya benahi dikemudian hari.

    sama-sama damai juga

    Reply
  3. ajeng
    ·

    oh berarti saya yang paling Salah di sini, maaf semuanya. Saya baru tahu sekarang, kalau dari kemarin pasti saya sudah minta maaf dari kemarin

    apanya yang salah mba?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *