MAAF Saya lah yang salah…

Edisi Di Tipar lah saya tahu 2

Yupzzz….masih di edisi Di Tipar lah saya tahu .

Kali ini saya memetik hikmah dari sebuah penghargan tertinggi dari seseorang yang ( lagi-lagi ) memandang rendah jurusan IPS. Pertengkaran singkat tentang diskriminasi IPA-IPS ini bukan pertama kalinya bagi saya. Namun pertengkaran ini terhenti seketika, ketika saya berkata, Terima kasih atas penghargaan tertinggi yang pernah saya dengar.Bagi saya anak IPA-IPS itu sama. Belum tentu anak IPA bisa lebih sukses dari anak IPS, karena kesuksesan itu diaih dengan usaha dan do’a bukan memandang kemashuran statusnya. Satu hal lagi, kesombongan anda sejatinya hanyalah rendah diri yang ditutup-tutupi.

Tekadang seseorang tidak menyadari bahwa ia sedang takabur. Karena takabur ( sombong ) itu mengasyikkan. Manusia akan merasa senang dan sukses bila berhasil menguasai yang lain. Padahal itu bukanlah tujuan hidup. Tapi, rendah diri dihadapan Allah SWT. dan menggapai ridho-NYA lah yang seharfusnya kita lakukan. Ada pun hati yang merasa sakit ketika dihina hakikatnya karena kita belum bisa menabaikan tingkah manusia yang menurut kita merugikan.

Disinilah keikhlasan kita dituntut berperan. Orang yang ikhlas akan menyerahkan semuanya pada dzat yang menciptakan orang yang menghina. Dan keikhlasan inilah yang menjadikan kita sabar. Sabar bukanlah sesuatu yang ada pada semua orang. Karena sabar merupakan akhlak, dan akhlak merupakan pembiasaan. Dan pembiasaan itu pahit rasanya. Barang siapa yang tidak kuat, maka itulah konsekuensinya…

Dan ( tahukah anda ) betapa senangnya saya, karena perdebatan ini selesai dengan saling mengakui kesalahan masing-masing. Bahkan diakhir penyelesaian ini dia berkata, Saya baru pertama kali menemukan wanita yang mau mengakui kesalahannya, bahkan tulus minta maaf duluan pada saya. Semoga setelah ini tak ada lagi yang membeda-bedakan IPA-IPS. Cukuplah hal ini menjadi pelajaran berharga.

Tak seorang pun di surga, di dunia, atau didalam air bawah dunia akan tersinggung jika anda mengatakan, Maaf, mungkin sayalah yang salah, marilah kita periksa kenyataannya . _Dale Garnegie_

Facebook Comments

Leave a Reply

1 Comment


  1. ·

    sudah jelas. Nilai manusia tidak dilihat dari IPA IPS nya. Tapi dari AKHLAQ nya.

    yupzz!!!setuju!
    LANJUTKAN!!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *