Yuk Nulis, Yuk…..!!!!!!

imagesHari ini, pojok kelas lantai 3 Malhikdua _dimana tertempel tulisan bergaya, terbaca 2 SOS 7_, tepatnya pukul                                                   11.12 WIB menjadi saksi bisu diresmikannya sebuah Forum Kepenulisan                                                   ( Sastra ) yang menyandang nama Bengkel Tinta . Sebuah nama yang berfilosofi sebagai wadah cercahan inspirasi dan luapan kreatifitas ini merupakan salah satu program OSIS _khususnya kabinet FOSMA ( Forum Sastra Malhikdua )_ yang baru saja dilantik pada upacara Hari Sumpah Pemuda bersamaan dengan dilantiknya SAKURA ( Satuan Khusus Paskibra ) beberapa minggu lalu.

Ketika kali pertama saya membaca pengumuman pendaftaran yang tertempel di depan tangga setiap lantai gedung Malhikdua, saya langsung menghubungi pihak koordinator untuk meregistrasikan diri. Betapa tercengangnya saya karena fakta justru sebaliknya. Mereka malah meminta saya membantu jalannya program ini sebagai salah satu ikon ajang berprestasi.

Seuntai senyum lembut merekah dikedua ( tanpa lesung ) pipi saya. Teringat kembali waktu saya duduk di kelas X, terhitung hanya 3 siswi yang memiliki kesamaan hobi, yakni menulis. Bahkan                                                   sempat kami membentuk klub sastra tapi terhenti oleh sikon dan tekad yang kurang bersahabat. Namun, kini _ kurang lebih_ sebanyak 20 sisiwi berminat menjadi penulis dan bergabung dengan kami. ^ alhamdulillah… ^

Tapi, Bengkel Tinta tidak sekedar membutuhkan niat, minat, takad atau pun bakat. Karena yang utama adalah usaha yang nyata. Sebuah karya tercipta bukan karena kemauan belaka, malainkan berlatih dan praktik menulislah yang mewujudkannya. Bila Gola Gong sukses menjadi penulis dengan kuliah dijalanan, mengapa santri yang kuliah di penjara suci ( baca : pesantren ) tidak mencobanya? Kalau                                                   W. Somerset Maugham berpendapat bahwa untuk menjadi pengarang kita harus pergi ke tempat yang jauh atau merantau ke negeri orang, kita juga bisa melakukannya dengan cara berkelana menjelajah dunia maya. Tapi, penulis juga harus bermodal jiwa dan pikiran yang penuh terisi oleh sumber bacaan dan pengalaman di lapangan. Jika tidak begitu, bisa- bisa yang terjadi bengong di depan komputer atau pun kertas lembaran. Berkhayal jadi pengarang, eh….malah kesurupan…

Ok, guys! tunggu apalagi? Yuk Nulis, Yuk..!!

Facebook Comments

Leave a Reply

4 thoughts on “Yuk Nulis, Yuk…..!!!!!!

  1. anis saja says:

    saat aku menulis, sempat aku katakan Kau masa depan semuanya. ya begitulah cara pandang saya ketika menulis, menulis segalanya. aku teringat buku yang pernah saya baca, tapi maaf saya lupa pengarangnya. dia mengatakan.
    Dengan menulis aku ada,
    dengan menulis aku belajar,
    dengan menulis aku mengajar,
    dengan menulis aku memahami,
    dengan menulis aku dipahami,
    dengan menulis aku mengerti,
    dengan menulis aku dimengerti,
    dengan menulis aku mengenal,
    dengan menulis aku dikenal,
    dengan menulis aku hidup,
    dengan menulis aku dihidupi,
    dengan menulis aku menjadi aku yang sesungguhnya.

    begitulah kurang lebihnya. ternyata begitu banyak manfaat menulis, hingga kadang-kadang peradaban suatu bangsa hanya dapat dari berapa besar jumlah buku atau kitab yang para penulis tinggalkan. dan bila ingin membangun peradaban bangsa kita, kita bisa memulainya dengan langkah kecil, yaitu MENULIS.

    yupz!! terima kasih, ini bisa menjadi motivasi tersendiri bagi kami yang baru melangkah untuk MENULIS.

  2. dha says:

    menulislah………selagi jari dan pikiran ini mampu menari………

    wah..jadi pengen liat, kaya apa sih jari dan pikiran yang menari?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *