Diary Garuda 3: Lambaian Sampai Jumpa Tuk Jogja

Tak kehabisan akal. Meski sebelumnya gagal kontak Bu Ita tuk membuka pintu gerbang, ide Pemred yang tak lain dan                                                   tak bukan adalah pertolongan Allah, akhirnya bisa menembus gerbang                                                   yang                                                   terkunci dan ia pun bisa istirahat dengan tenang.

Kicauan burung dan hangatnya mentari pagi membangkitkan semangatnya kembali. Wah, saya harus bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya sebelum meninggalkan kota ini, rencana Pemred disela mandi pagi.

Dan dengan dalih beli oleh-oleh untuk teman-teman, ia pun berhasil menelusuri kota Jogja diantar alumni yang sedang free. Ke kampus UGM, kampus UNY, Area Malioboro, Monummen Super Semar, Tugu Muda Jogja, SunMor (Sunday Morning), Pusat oleh-oleh khas Jogja, dan masih banyak lagi yang ia kunjungi. Meski belum puas, namun ia harus segera pulang karena travel telah menunggu. Sejurus kemudian, mereka pun kembali ke kost-kostan                                                   tuk pamitan dan siap meluncur ke Al hikmah.

Benar saja. Tanpa basa-basi, semua sudah bersiap mengantar kepergian pejuang Malhikdua yang pergi tanpa membawa apa-apa, pulang membawa kecewa juga bahagia. Sebelum berpisah, Pemred berharap bisa menyelesaikan diskusi tentang organisasi dengan alumni disela SOP nanti. Kalau pun tidak, semoga bisa dilanjutkan lewat chat dengan alamat yang tertera dalam kartu nama yang sudah ia bagikan.

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Ada kemenangan, pasti juga ada kekalahan. Ada derita, suatu saat pasti ada bahagia. Dan ada kecewa, pasti ada jalan legowonya. Lambaian tangan mereka dari balik jendela mobil seolah berat setengah hati. Aku belum puas dengan apa yang kudapat sekarang. Dan semoga, generasi berikutnya                                                   bisa lebih baik dariku, gumam Pemred saat mobil mulai melaju.

Sampai jumpa, Jogja. Seminggu lagi aku akan kembali. School Outing Program, I’m Coming………….

Posting terkait:

Diary Garuda 2: Kampus Ungu, Saksi Bisu Tangis Bahagia Pejuang Malhikdua

Diary Garuda 1: Pejuang Malhikdua, Road to Jogja

Facebook Comments

Leave a Reply

11 Comments

  1. Fakhri
    ·

    duh tulisanmu selalu bagus, gmn y caranya supaya bisa seperti km ?

    ah, kau itu bisa saja. terima kasih atas pujiannya, dan aku yakin kau bisa lebih bagus dariku.

    Reply

  2. ·

    emmm… aku koq belum dapat kartu namanya ya..

    penasaran neh

    halah! wong situ yang bikin kok malah belum dapet? piye, to?

    Reply

  3. ·

    huss… jangan bilang2 ke khalayak…

    aku cm dapat kabar saja dari ratu gowes

    Reply
    1. Uun
      ·

      hallah!!! opo to ikie…

      aku malah nda ngerti e..

      Reply

  4. ·

    selamat dan sukses, lah (worship)

    dan waktu berikutnya malah jadi penjajah Jogja ya ^_^

    Reply

  5. ·

    bagus bngt tulisannya,,
    jangan lupa kunjung balik ya,,,

    Reply

  6. ·

    berkunjung berkunjung..

    libur komen dlu ya..

    mo ngucapin met menunaikan ibadah puasa semoga menjadikan berkah buat semua.. mengucap maaf juga dari KaMay & Keluarga jika ada salah baik kata ato lainnya..

    terima kasih
    KaMay..
    http://kanvasmaya.wordpress.com/

    Reply
  7. radit
    ·

    damai ntar low kmu ol kunjungi blog q yaw cz ada yg mo q tanya’in ma kmu

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *