Indahnya Berbagi Tanpa Tendensi

Andai diijinkan kesepuluh jemari ini menjabat, inginku genggam erat tangan mereka. Penuh takdzim. Berselimut haru, kuucap beribu terimakasih, beribu maaf, juga beribu permohonan yang berporos satu: senantiasa bimbing daku. Merekalah pembaca setia nan jujur akan setiap hitam putih goresan hati.

 

Sahabat pena Garuda, sebuah kabar baik akan saya bagi dalam postingan ini. Tak jauh dari postingan terakhir, seputar produksi manual buku biografi pribadi yang baru saja melewati penjurian dalam sidang semester, sebulan lalu.     

Alhamdulillah, predikat A yang tertera dalam KHS (Kartu Hasil Semester) memenuhi kolom matkul _mata kuliah_ Bahasa Indonesia.

Satu hal yang tak kan saya lupa, keberhasilan buku itu tentu tak lepas dari sebaris do’a pembaca, berbaris endorsment, kritikan membangun, juga sumbangan pikiran, bantuan tenaga, dan segenap kerjasama dengan berbagai pihak yang telah berperan dalam penyusunan buku ini. Terimakasih, sahabat. Jazakalloh. Senantiasa dinantikan bimbingannya.

Kabar gembira berikutnya, datang dari rakyat dalam sebuah kerajaan kecil yang berdiri kokoh di kaki gunung Slamet (Jawa Tengah).     Antusias dan do’a mereka terlukis jelas dalam guratan senyum simpul dan kepalan api semangat yang mereka junjung persis dihadapan kedua bola mata. Apresiasi mengharukan yang diterima kedua daun telinga, sungguh membasahi hati nan gersang dilanda kemarau.

Hingga diluar dugaan, datang beberapa pesanan yang tak tanggung-tanggung membayar lunas berapa pun harganya.

Sahabat, sejatinya buku itu bukan untuk dipublikasikan. Selain karena tujuan utamanya ialah untuk memenuhi tugas kuliah, buku itu juga dicetak terbatas lantaran percetakan manual jelas membutuhkan budget yang cukup menguras.

Kiranya dimaklumi dan dimengerti. Sungguh, bila saya memiliki cukup rizki untuk mencetak banyak, tentu sebuah kebahagiaan tersendiri bagi saya bila bisa membagiaknnya pada sahabat semua. Namun, apalah daya saya anak kost yang merantau ke kota Parahiyangan, beradu nasib demi mengejar mimpi. Tak mungkin rasanya saya menjual buku itu, juga lebih tak mungkin lagi bila saya menggratiskan percetakan kepada setiap mereka yang meminta wujud bukunya.

Untuk itulah, sahabat, bila ada yang berminat untuk memiliki buku itu, dengan senang hati saya akan memberikan. Namun, sekali lagi, karena keterbatasan saya dalam mencetak, maka mohon ikhlasnya bila saya menyebut nominal yang harus dibayar setidaknya untuk mengganti biaya cetak.

Saya akan sangat senang bila kita bisa terus saling berbagi.

Salam sahabat pena Garuda,

 

width=169

Facebook Comments

Leave a Reply

1 Comment


  1. ·

    mantaf ukhti,

    ane berani beli berapapun asal ada tanda tangan ukti disitu

    :)

    tapi jangan mahal2 ya. Ups!

    tenang, sekedar mengganti biaya cetak. heu, bisa pesan lewat email. syukron kastiron.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *