Giveaway #1 Me and Jogja : Kelu di Selasar Malioboro

selasarIni foto 4 tahun lalu, sob. Mungkin sekilas dilihat foto ini kurang mudah ditebak, dimana letak tepatnya. Tapi disudut kiri belakang ada buletan warna-warni mengeliling tulisan Losmen Bu Purwo.  Jika itu saya sebut clue, bisakah sobat menebak dimana tempat saya berdiri dalam foto itu?

Yupz. Tepat sekali, sob. Losmen Bu Purwo merupakan salah satu losmen yang tak asing di beberapa gang sekitar Malioboro, Jogjakarta. Menyambangi Malioboro memang bukan pertama, tapi menjadi guide dan hunting tourist di salah satu pusat wisata Jogja ini benar-benar perdana.

Foto ini diambil salah satu kawan yang berprofesi sama, saya lupa namanya. Mencuri senggang ditengah kewajibansrc=http://3.bp.blogspot.com/-bIam55qg-Y8/UR8fQJnLObI/AAAAAAAABq4/6BnED8G2Lzw/s1600/giveaway+%231.jpg memang asik, setidaknya itu yang saya rasa kala berlagak narsis pascaguiding. Senyum letih dalam foto itu, sejatinya menyimpan segudang tanya. Jika saya tidak salah ingat, foto itu diambil setelah saya selesai mengantar turis asal Inggris ke salah satu losmen di area gang itu. Dia mualaf, fresh graduate dari salah satu universitas ternama di Inggris. Bukan itu yang saya persoalkan. Melainkan sebuah tanya yang hingga kini belum saya dapat jawaban tepatnya. Mengapa banyak pengguna mobil mewah di jalanan, tapi banyak juga peminta-minta di tepi jalan? Ada apa dengan Indonesia?, itu dia pertanyaannya.

Sembari tersenyum polos, lidah saya kelu. Beruntung losmen yang ia cari itu persis dihadapan saya ketika dia bertanya. Jadilah kami berpisah tanpa sebaris jawaban. Hingga kini, dia masih asik berkelana dan sesekali menyapa via dunia maya. Unforgattable. :)

Facebook Comments

Leave a Reply

5 Comments


  1. ·

    Iya, benar, Mbak. Yang namanya peminta-minta di Jogja banyak jumlahnya. Heran..

    Salam kenal,
    Phie

    Reply

Leave a Reply to Phie Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *