Opik #9: Resolusi 2015 itu..

Jelang pergantian tahun, kata “resolusi” selalu jadi topik yang ciamik. Mulai diskusi umum, kuliah umum, seminar, tulisan artikel, sampai postingan blog pun ada saja yang membuat judul dengan kata itu. Bukan bermaksud copas sih, tapi kupikir nggak ada yang salah dengan kata itu. Malah bikin kita punya acuan, target, atau apa pun namanya, untuk setahun ke depan. Makannya kubahas ini di Opik ke-9. :) Continue reading

Tak Terasa Seminggu..

Aku antar kau
Sore pukul lima
Laju roda dua
Seperti malas tak beringas

Langit mulai gelap
Sebentar lagi malam
Namun kau harus kembali
Tinggalkan kota ini

Saat lampu lampu mulai dinyalakan
Semakin erat lingkar lenganmu di pinggangku
Jarak bertambah dekat dua kelok lagi
Stasiun bis antar kota pasti terlihat

Tak terasa seminggu
Sudah engkau di pelukku
Tak terasa seminggu
Alangkah cepatnya waktu
Tak terasa seminggu
Rakus kulumat bibirmu
Tak terasa seminggu
Tak bosan kau minta itu

Tiba di tujuan
Mesin ku matikan
Jariku kau genggam
Seakan enggan kau lepaskan

Saat lampu lampu mulai dinyalakan
Semakin erat lingkar lenganmu di pinggangku
Jarak bertambah dekat dua kelok lagi
Stasiun bis antar kota pasti terlihat

Tak terasa seminggu
Sudah engkau di pelukku
Tak terasa seminggu
Alangkah cepatnya waktu
Tak terasa seminggu
Rakus kulumat bibirmu
Tak terasa seminggu
Tak bosan kau minta itu

Sesimple Ini, Masalah Bisa Pergi

Postingan ini bukan bermaksud menggurui, apalagi mengecharge powermu seperti program training motivasi (yang kini merebak bak sakura di musim semi). Hanya ingin berbagi pengalaman, sob. Mana kali kamu pernah, sedang, atau akan merasakan.

Pernah terjebak dalam himpitan kesulitan? Dan semua orang di sekelilingmu acuh? Aku harap kamu bakal jawab: nggak pernah. Tapi kalau pernah, jangan sedih. Akhir-akhir ini kejadian itu datang bertubi-tubi. Ke kehidupanku. Continue reading

Bapak dan Idul Adha

Angka 18 di belakang angka 2, terus bertambah. Sudah kucoba memejam mata, tapi gema takbir dari segala arah membuatku tetap terjaga. Fix. Aku bangkit.

Allohu Akbar.. Allohu Akbar.. Allohu Akbar. Laailaaha Illalloh Huallo Huakbar.. Allohu Akbar Walilla Hilham..

Merdu sekali. Alunannya merasuk nadi, menggetarkan hati. Meski nada satu masjid dengan lainnya tidak sama, semua penjuru tetap mencuri perhatianku.

Esok, 4 jam dari sekarang, insyaAllah aku akan kembali merasakan hikmatnya sujud solat Ied. Solat yang, sekaligus menjadi tanda dimulainya Hari Raya Qurban.

Tahukah kau apa yang mengganjal di pikiranku hingga memaksa jemari menulisnya?

Bapak.
Iya. Aku teringat bapak. Continue reading

Hampa Maya

Angin, benarkah aku seorang pengecut? Seorang yang membakar lumbung padi demi mencari tikus.  Seorang yang berjalan dengan mata kuda. Seorang yang.. egois dengan fantasi, tapi terlalu gegabah untuk melangkah di laring dunia.

Ah, tak mungkin kau tak paham, Angin. Ini tentang apa yang antariksa sebut sebagai “media sosial”. Benar. Tentang kenekatanku untuk menutup semua akun di istana maya itu, juga tentang segala persepsi di kepala para penghuninya. Continue reading

Celoteh “Klik”

Langitnya cantik. Seperti biasa, atap kosan selalu menyenangkan untuk berceloteh. Sembari melambai pada sang senja, mataku hampir tak berkedip beberapa menit -memerhati guratan awan. Ah, ya, Angin juga sudah mencumbu pipiku. Sayang dia langsung terbang mengantar kawanan burung kecil yang kian sedikit barisnya.

Hari ini, entah harinya yang buruk atau hatiku yang tidak baik, aku mengalami beberapa kekonyolan. Menurut aliran positivisme (yang belakangan ini gencar dikaji mahasiswa tingkat akhir), tidak ada akibat kalau tidak bersebab. Artinya, kekonyolan ini tidak akan terjadi kalau aku tidak melakukan kesalahan.

Dengan kata lain, ada apa denganku? Continue reading