Category Archives: Cerpen

Cinta [Sejati] Tak Pernah Salah Jatuh

“Hai, kau masih betah beralama-lama melamun?” “Ah, Kau! Lama tak melihatmu. Apa kabar, Kau?” “Kurang baik. Aku sedang ditugaskan untuk berhembus lebih kencang dari biasanya, di daratan Barat sana.” “Berhembus lebih kencang?” “Hu’um” “Di daratan Barat?” “E’um” “Lalu kenapa Kau kemari?” “Hahaha… Pertanyaan bodoh itu masih saja kudengar. Aku merindukanmu. Aku rindu hembusanmu yang lembut […]

Ruang Kosong

Bahkan lemahnya badan yang terkulai di pembaringan pun, justru menyadarkanku untuk menikmati kebahagiaan. Kesempatan ini sejatinya bukan pertama, malah aku sendiri tak mampu menghitung sudah berapa ratus kali penyakit ini tumbuh, mati, lalu tumbuh lagi. Tapi menikmati bahagia yang tak sedikit pun ada pada sakitnya tarikan napas, baru kurasakan kali ini. Ya, ini bukan virus […]

Merutuki Hujan

“Hujan. Huhf.. Kenapa harus turun sekarang?”, dia tak berhenti merutuki anugrah langit yang baru saja turun. Memang, kadang aku juga kesal dengan makhluk bernama hujan ini. Selain menghambat aktivitas, hujan juga pandai menyayat hati. Tapi untuk kesempatan satu ini, aku bersyukur. Bersyukur, karena hujan ini membuatku lebih lama melihat kerlingnya. Lebih lama menatap punuk pipinya. […]

Aku Rindu

Aku rindu masa itu Rindu tidur 2 jam sehari semalam Rindu makan 2 kali sehari semalam Rindu mandi sekali sehari semalam Rindu berpacu dengan waktu   Aku rindu masa itu Rindu menulis 10 lembar sehari semalam Rindu membaca 1 juz sehari semalam Rindu belajar 3 buku sehari semalam Rindu berlomba dengan waktu   Aku rindu […]

For You

Bukan mencuri, Sayang Aku tak bermaksud mencuri amarahmu Sama sekali Kecuali hanya sepucuk doa Doa yang amat tipis dindingnya dengan Hal yang Kau takuti Hal yang Kau benci Hal yang Kau hindari Dan itu membuatmu terluka Menuntutmu marah Bahkan ketika satu huruf depannya terucap Aku takkan membela Hanya saja, jika boleh memohon œBerikan aku senyum […]