Ketidaktenangan Malhikdua Ekspo Kampus 2014

Malhikdua Ekspo Kampus 2014 memang sudah terlaksana. Running news pun sudah terpublish di website sekolah. Bahkan alumni dari tiap kota mendapat sebundel print out liputannya.

Tapi acara yang sudah terencana dua tahun dan baru terlaksana kemarin, Sabtu (1/3/14), itu menyisakan ketidaktenangan.

Ketidaktenangan?

Ya. Sengaja saya tulis ini untuk warisan. Ah, sepertinya kata warisan terlalu berlebihan. Mungkin lebih tepatnya sebagai catatan evaluasi agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi. Itu pun andai egenda akan kembali digelar tahun depan.

Tak ada yang bisa memastikan jika tahun depan saya masih bisa hadir atau tidak. Juga tak ada yang tahu tahun depan masih ada ekspo atau tidak. Kalau pun tidak, cukup jadi dokumentasi pribadi saja. Continue reading

Press Rilis: Malhikdua Gelar Ekspo Kampus 2014 dari 5 Negara

posterexpo2MA Al Hikmah 2 (Malhikdua) menggelar Ekspo Kampus 2014 yang akan diikuti oleh kampus favorit dari Mesir, Yaman, Turki, Maroko, dan Indonesia. Acara yang akan berlangsung di GOR Al Hikmah 2, komplek PP. Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes, Jawa Tengah ini dijadwalkan tanggal 1 Maret 2014. Bertajuk “Mengenal Lebih Dini Dunia Perguruan Tinggi”, Malhikdua mengundang seluruh siswa SMA kelas akhir terutama yang bersekolah di wilayah Brebes.

Bekerjasama dengan seluruh alumni Al Hikmah baik dalam maupun luar negeri, acara ini akan mempresentasikan Universitas Al Azhar (Mesir), Universitas Al Ahgaff (Yaman), Universitas Ibn Tofail (Maroko), Universitas Istanbul (Turki), dan lebih dari 25 kampus se-Indonesia. Continue reading

Reblog: Festival Blog Sastra Indonesia

Festival Blog Sastra Indonesia    (FBSI)

Kabar Budaya     “ RetakanKata

festivalMendasarkan pemikiran yang ada di sini dan menyadari bahwa setiap pemikiran dalam upaya menumbuhkembangkan seni dan sastra Indonesia adalah berharga maka RetakanKata menyelenggarakan Festival Blog Sastra Indonesia.     Untuk FBSI kali ini khusus diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan terhadap pelajar dan mahasiswa yang secara mandiri menuliskan karya-karyanya di blog. Untuk FBSI yang bersifat umum, kami menunggu kalau sudah ada sponsornya. Yang berminat menjadi sponsor FBSI untuk umum, silakan menghubungi Redaksi RetakanKata.

Untuk mengikuti festival ini, simak ketentuan-ketentuan berikut:

Kriteria Peserta

  • Pelajar dan atau Mahasiswa warga negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia.
  • Usia peserta antara 17     “ 30 tahun.
  • Memiliki blog pribadi yang berusia minimal 3 bulan.
  • Sudah menjadi follower RetakanKata. Jika belum, sila daftarkan dulu blog atau user email pemilik blog sebagai follower blog yang ada di sidebar blog RetakanKata. (Perhatikan: follower blog bukan follower di facebook atau twitter)

Kriteria Blog

  • Blog mengandung unsur tema seni dan budaya Indonesia (tidak terbatas pada seni tulis saja). Blog yang     “minimal-, memuat puisi, cerpen atau otobiografi, diperbolehkan ikut serta.
  • Blog bersifat pribadi dan mandiri. Artinya blog bukan merupakan bagian dari blog keroyokan atau blog yang diisi oleh banyak orang.
  • Tidak ada batasan dalam penggunaan platform blog (wordpress, blogspot, blogger, multiply.)
  • Setiap peserta hanya diperbolehkan mendaftarkan satu blog.

Ketentuan Umum dan Tata Cara

Peserta mendaftarkan blog yang diikutsertakan festival blog sastra Indonesia dengan tata cara sebagai berikut:

1)                     Kirim surel (email) dengan subyek     œDAFTAR FBSI_NAMA     ke retakankata@gmail.com dengan dilampiri:

a)                     identitas diri (copy/scan) kartu identitas pelajar/mahasiswa

b)                 nama dan alamat blogmu, logo atau image Blog (ukuran maks 400    400) dan slogan (tagline) atau deskripsi blogmu (maksimal 120 kata). Buatlah sebagus-bagusnya sebab deskripsi blogmu akan ditampilkan di laman FBSI.

2)                     Lakukan reblog atas artikel festival ini dan pasang banner FBSI di laman depan (frontpage) blogmu.     Jangan lupa mentautkan banner dengan alamat link yang mengarah ke laman (page) FBSI.

banner

alamat yang ditautkan pada banner ini adalah:
http://retakankata.com/fbsi/

3)                     Jika proses pendaftaran di atas sudah purna, maka logo dan deskripsi blogmu akan ikut tampil di laman FBSI.

Keuntungan yang Didapat

  • Memperkenalkan blogmu pada pembaca yang lebih luas
  • Kamu bisa saling tukar menukar link dengan sesama pecinta sastra
  • Menambah kenalan para pecinta seni dan budaya dari seluruh Indonesia
  • Dan tentu saja, yang beruntung akan mendapat hadiah atau uang pengembangan blog sebagai berikut:
  1. Juara pertama mendapat Smartfren Andromax atau jika memilih uang tunai akan diganti dengan uang sejumlah Rp 750.000,-
  2. Juara kedua mendapat uang tunai sebesar Rp 500.000,-
  3. Juara ketiga mendapat uang tunai sebesar Rp 250.000,-
Kriteria Penilaian

Penilaian blog akan ditentukan dengan menggunakan gabungan cara-cara berikut:

  1. Penilaian juri independen
  2. Popularitas (rating) dan pendapat atas blogmu di laman FBSI. Gunakan hashtag #festivalblog untuk mengundang kawanmu di twitter dan google plus untuk memberi komen dan memberi rating logo blogmu di laman FBSI.

Untuk mengetahui rating dan pendapat, kamu dapat klik logo blogmu di laman FBSI.

  • FBSI akan dimulai sejak 16 Desember 2012 dan ditutup pada 10 Januari 2013.
  • Periode penilaian dimulai sejak 10 Januari 2013 sampai 10 Februari 2013.
  • Target pengumuman lomba tanggal 14 Februari 2013.

Contoh tampilan festival blog akan seperti Galeri Foto. Jika logo atau foto yang ditampilkan di-klik, maka akan tampak gambar diperbesar.

Di gambar tersebut terdapat tombol komentar, reblog dan suka. Kawanmu bisa memberi rating suka dan meninggalkan balasan di ruang komentar -di bawah nama gambar-. Jadi, tunggu apa lagi, ajak kawan-kawan bloger memperkenalkan blog-blog sastra di seluruh Indonesia melalui Festival Blog Sastra Indonesia (FBSI)

 

Reblog dari http://retakankata.com/2012/12/15/festival-blog-sastra-indonesia-fbsi/

JuFair 2012 UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Be A True Journalist!

Ini event besar. Sudah seharusnya didukung dan disukseskan dengan semangat yang besar pula. Sudah selayaknya semua warga terlibat, berpartisipasi, menjadi subjek, sekaligus objek dari agenda besar ini. Dan sudah saatnya menyingsingkan lengan baju untuk membuat acara besar ini selangkah, bahkan seribu langkah, lebih sukses dari acara yang telah diselenggarakan sebelumnya.

HIMA JURNALISTIK PROUDLY PRESENT:

Jurnalistik Fair 2012 UIN Sunan Gunung Djati Bandung Continue reading

Sisi Lain Juguran Blogger Banyumas 2012

Gokil. Satu kata yang paling pas untuk mengenang unforgatable moment Juguran Blogger Banyumas (JBB), 31 Juni-1 Juli 2012 lalu. Betapa tidak, tak sengaja menemukan foto-foto ‘menggemaskan’ yang ‘dicuri diam-diam’ oleh fotografer, terselip diantara dokumentasi Damae Traveling. Tak berniat mengulas kembali, karena postingan sebelumnya sudah merekap kumpulan reportase mereka. Tapi bayangan wajah blogger yang berpartisipasi dalam acara itu, memaksa jemari saya menari untuk mengisahkan ‘sisi lain’ dari serangakaian kolaborasi agenda perdana Blogger Banyumas dan Gerakan Desa Membangun (GDM) itu. Kiranya ada keunikan yang belum terkisahkan, mari kita simak. Continue reading

Kumpulan Reportase #Juguran @BloggerBanyumas

Gubrak! Ternyata selama mendekam di gubug      terpencil yang berada di bilangan sudut barat kota Cilacap, saya banyak sekali tertinggal informasi dunia daring. Maklum, disana internet hanya bisa diakses via hape, itu pun ngadat-ngadatan. Jadilah tak pernah bisa posting di blog untuk membingkai info terkait everything that you can find on my page. Termasuk report agenda Juguran Blogger Banyumas yang telah sukses diselenggarakan pada tanggal 30 Juni – 1 Juli 2012 lalu.

Khusus agenda itu, sebenarnya saya sudah menyiapkan segudang informasi yang hendak dishare via blog imut ini. Namun terkendala koneksi yang tak mampu menembus gubug tua saya di desa, terbengkalai-lah semua itu. Hingga hari ini (setelah singgah di kota sebelah), saya terkejut membuka info terkait Juguran itu, karena semua kegiatan yang berbau Blogger Banyumas dan Gerakan Desa Membangun sudah ter-cover lengkap di postingan para peserta lain. #malu

Lantaran hal itulah, sepertinya saya tak perlu lagi mengupas tuntas agenda yang satu ini. Cukup simak saja celoteh kawan-kawan blogger yang sudah hadir dan berpartisipasi hingga acara penutupan memisahkan pertemuan singkat nan berkesan itu. Check this out, teman.

Juguran Blogger Banyumas 2012

GDM Banyumas dan Ikon Desa Global

Serunya Juguran Blogger Banyumas

Kentongan Kesenian dari Banyumas

Watu Jaran, Batu Unik dari Banyumas

Situs Batur Agung, Cagar Wisata di Banyumas

Waterpark Batur Agung

Asyiknya #Juguran @BloggerBanyumas

Cerita Kontingen Plat-M ke #Juguran

Perjalanan 14 Jam ke Banyumas #Juguran

Mengolahragakan Masyarakat dan Memasyarakatkan Olah Raga

Gerakan Blogger Ndeso dan Pengembangan Kreatif Desa

(Jika masih ada yang belum ter-list, silahkan tambahkan di kotak komentar)

Bagaimana, kawan? Lengkap sekali, bukan?

Terima kasih dari lubuk hati terdalam untuk penyelenggara, yang telah memberi saya kesempatan bergabung. Dan maaf, sekali lagi maaf, karena keterbatasan saya membuat postingan tertunda bahkan terbengkalai.

Semoga tahun depan undangan untuk Blogger Bandung lebih banyak, agar saya tak perlu takut lagi meluncur sendirian di gelap malam. :)

Salam Blogger Banyumas,

Jurnalistik D, Terus???!!!

width=419Auaaaghh            Serasa berat hendak berganti baju dan bersiap berangkat. Bukan karena mengayunkan kaki kanan diganti kaki kiri itu susah, tapi kisaran jam 1 siang diatas pembaringan yang empuk (lagi nyaman) rasanya sangat sayang kalau harus bangkit. Hihihi..      :)

Terlebih, sengatan mentari yang membuntuti sepanjang jalan tempat kost hingga lokasi acara, Ayam Hesti di bilangan Cibiru-Bandung, cukup membuat wajah memerah bahkan berbelang kecoklatan. Tak heran jika saya malas keluar.

Tapi, binar wajah kawan-kawan yang tak sabar menanti kemeriahan acara Ngariung Bareng Jurnal D seakan memanggil-manggil untuk lekas berkemas. Juga tentunya tak sabar untuk menikmati racikan sambal Ayam Hesti saat sesi makan-makan , :p

Baiklah, segera tancap gas, cuci muka, ganti baju, kunci pintu, dan berangkaaaat!

Lagu Kebangsaan Jurnal D ala Omon, Membuka Acara

Sedikit terlambat, hehehe.. Sudah biasa, kalau tepat waktu ya bukan Damae namanya. Saat hendak naik ke tangga lantai dua, sederet pasang sepatu warga jurnal D lainnya sudah bertumpuk tak rapi di depannya. Sound gitar dan khas suara Omon pun sudah terdengar, pertanda acara yang direncanakan serba dadakan ini sudah dimulai.

Benar saja, didampingi salah satu mahasiswi jurnal D yang sudah merambah dunia Script Writer KitaTV.com, Senja Khoirunnisa, Omon sedang asyik menyanyikan lagu kebangsaan jurnal D Ya Ya Ya ciptaannya. Diikuti oleh seluruh warga jurnal D yang duduk manis melingkar di ruang makan lesehan yang lebih mirip kelas ini, Omon tampak lihai memainkan gitar dan memancing gelak tawa dengan lirik lagu yang memang gokil abis. Tak terkecuali saya yang masih ikut antre di pintu masuk, sembari diberi marchandise: pin dan diary mini jurnal D, turut melepas gelak tawa yang benar-benar tak kuasa tertahan.

Beruntung, dinyanyikannya lagu itu bersama-sama ternyata sebagai pembuka acara, artinya saya belum terlalu terlambat :). Dilanjutkan dengan prakata kosma (komisaris      mahasiswa yang lebih sering diplesetkan: korban suruhan mahasiswa) dan wakosma (wakil kosma) jurnal D, sementara para fotografer amatir (tanpa upah sepeser pun) sibuk mendokumentasikan setiap derap acara sejak baru satu dua kepala yang masuk ruangan. Ekspresi bibir maju, mata merem, jemari sibuk dengan mobile phone, wajah tersenyum, tertawa, gerombolan kaki , wajah serius mengisi diary mini, gerakan tangan saat berbicara, kehebohan acara demi acara, hingga jepretan terakhir sebelum semua berpisah, tak satu pun luput dari jepretan.

Sharing Hingga Dancing, 100% Seru!

Namanya Ngariung, kurang afdhol rasanya jika tak ada sepetik manfaat yang membekas. Karenanya, tak tertinggal sesi sharing together di sela-sela performance para pengisi hiburan. Selain dengan catatan yang ditulis dalam diary mini tadi, setiap mahasiswa juga berkesempatan maju untuk menyampaikan kesan dan pesan selama satu tahun hidup bersama dalam keberagaman, keunikan, dan kekeluargaan jurnal D 2011. Tak hanya curcol, mengungkap kekurangan dan kelebihan jurnal D, berbagi pengalaman paling berkesan, hingga permohonan maaf dan ucapan terima kasih dari lubuk hati terucap semua dalam sesi ini. Cara menentukan giliran maju pun terbilang unik, yakni dengan membagikan sedotan minuman yang berisi kertas di dalamnya. Siapa yang memperoleh tanda kertas tersebut, dialah yang mendapat giliran lebih awal. Tentu saja gilirannya dipasang-pasangkan, satu mahasiswi dan satu mahasiswa untuk setiap putarannya (kecuali Syahda dg Rifki, dan Epul dg Ipong). Benar-benar ungkapan suara hati, teman.

Untuk mengantisipasi rasa jenuh, sharing ini diselingi goyangan dangdut Si Uwa (Sista-red) dengan ABG Tua-nya. Beberapa mahasiswa iseng mengeluarkan lembaran ribuan dan ikut bergoyang, potret ini seolah selalu ada dalam setiap acara hiburan jurnal. Aha! Ada games seru juga, kawan. Tim kreativ yang dimotori oleh Bang Sani dan Chilo (Shiro-red), menantang dua grup yang terdiri dari 5 mahasiswi dan 5 mahasiswa untuk menghabiskan satu botol minuman masing-masing dengan beberapa sedotan yang saling berhubungan. Tentu saja, grup cowok yang menang, karena selain badan mereka lebih besar, triknya lebih jitu, agaknya hasrat haus mereka juga lebih dalam daripada para cewek, :D

Oya, satu hiburan yang benar-benar baru. Ialah aksi dancing Windi vs Jube dengan perpaduan musik beat, dangdut, dan romantic-melancolic secara bertahap. Tampak sangat lihai dan memukau, agaknya mereka sudah berlatih matang untuk mempersiapkan penampilan ini (sayang, tidak sempat wawancara dulu dengan keduanya, :) ). Bahkan segenap audince pun harus mundur dari posisi duduknya agar mereka leluasa bergerak, hingga memberikan standing applause untuk dance yang      kreativ dari keduanya.

Ronde Terakhir, Saatnya Makaaan!

width=359Tibalah saatnya menyantap hidangan lezat khas Ayam Hesti sebelum acara selesai. Satu per satu mengambil satu piring makan berisi satu bungkus nasi, satu paha yam serundeng, lalaban, plus sambal, dengan antrean yang tertib. Tidak lupa untuk cuci tangan, teman. Para gadis duduk meng-oval (karena tak tampak melingkar) di ruangan tersebut, sementara para pria mengelilingi meja lesehan persis di depan ruang itu. Nikmat dan membahagiakan. Bukan hanya makanannya yang lezat, tapi indahnya kebersamaan ini juga memberi nilai plus tersendiri yang pasti akan masuk kategori ‘unforgattable moment’. Kalau tidak salah, jurnal makan bersama seperti ini saat melakukan penelitian ke Kampung Naga, Tasikmalaya, semester lalu. Pantas saja jika saya merindukan saat-saat seperti ini. Saat dimana semua duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

Setelah semua kembali cuci tangan dan merapikan bekas makan masing-masing, acara pun diakhiri dengan do’a bersama, foto bersama, bersalam-salam dan berpelukan, serta menyatukan tangan dengan teriakan Jurnal D, TERUS? sebagai jargon baru keberlanjutan riwayat jurnal D di semster berikutnya. Keberlanjutan kekompakan, kreativitas, semangat, dan segenap motivasi untuk menggapai masing-masing mimpi, tanpa melupakan kesatuan dan persatuan serta kekeluargaan jurnal D yang telah terbangun. Inilah bukti kebulatan tekad untuk menuju Jurnalistik yang jauh-jauh-bahkan sangat jauh lebih baik dari angkatan sebelumnya. Semoga.

Hari dilaksanakannya acara Ngariung Bareng Jurnal D ini juga dikukuhkan sebagai Hari Jadi Jurnal D yang pertama, Jum’at, 8 Juni 2012. Mengingat kelas Jurnal D adalah kelas pertama sepanjang sejarah berdirinya jurusan Jurnalistik UIN Bandung. Ya, dulu maksimal hanya 3 kelas, yakni sampai kelas C. Disepakati pula bahwa setiap tanggal 8 Juni, Jurnal D akan kembali mengadakan acara serupa untuk memperingatinya. Sungguh, ini baru gebrakan sejarah!

Benar-benar moment yang tak terlupakan, kawan. Persis seperti lagu penutup ala Project Pop yang dinyanyikan bersama sebelum semua berpisah, kembali ke kampung halaman, dan menikmati masa liburan 3 bulan ke depan. Inilah lagu pengingat sejarah Jurnal D, lagu kebersamaan dan bukti loyalitas serta solideritas bersama dalam membangun dan membesarkan Jurnalistik D.

width=598

Ingatlah Hari Ini

Kawan dengarlah yang akan aku katakan

Tentang dirimu setelah selama ini

Ternyata kepalamu akan selalu botak

Kamu kayak gorilla

Cobalah kamu ngaca tu bibir balapan

Daripada gigi lu kayak kelinci

Yang ini udah gendut, suka marah-marah

Kau cacing kepanasan

Tapi aku tak peduli

Kau slalu di hati

Reff.

Kamu sangat berarti, istimewa di hati

Slamanya rasa ini

Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing

Ingatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang diriku

Gak enak badan resah tak menentu

Ku tahu satu cara sembuhkan diriku

Ingat teman-temanku

Don’t you worry just be happy

Temanmu disini

    (Don’t you get sad don’t be angry, mending happy-happy)

Inilah warna-warni jurnal D yang sangat berharga. Mari kita jaga aset keberagaman ini untuk saling melengkapi. Saya yakin, jika kedewasaan bersama bisa saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, menjadikannya bahan pelengkap untuk setiap derap langkah jurnal D, niscaya indahnya pelangi itu tak ada apa-apanya dibanding keindahan kelas Jurnalistik D. Semoga. :)

JURNALISTIK D, TERUS???!!!

Galeri selangkapnya silahkan klik disini