Metamorfosa Si Mawar Putih, dari Tinta m...

Metamorfosa Si Mawar Putih, dari Tinta menjadi Pena
Andai bisa, ingin rasanya saya perpanjang sore ini hingga 5 jam lagi. Bukan karena tak ingin menyegerakan solat maghrib yang 30 menit lagi akan segera dilaksanakan. Bukan pula karena indahnya senja hari ini jauh lebih mempesona dari hari kemarin. Tanpa mendung dan hujan, mentari seolah enggan kembali ke peraduan. Siluet mega merah begitu menawan di ufuk barat. Burung Alap-Alap (begitu...

Diary Garuda 3: Lambaian Sampai Jumpa Tu...

Tak kehabisan akal. Meski sebelumnya gagal kontak Bu Ita tuk membuka pintu gerbang, ide Pemred yang tak lain danÚ  tak bukan adalah pertolongan Allah, akhirnya bisa menembus gerbangÚ  yangÚ  terkunci dan ia pun bisa istirahat dengan tenang. Kicauan burung dan hangatnya mentari pagi membangkitkan semangatnya kembali. “Wah, saya harus bisa...

Diary Garuda 2: Kampus Ungu, Saksi Bisu ...

Posting. Ya, itulah kata pertama yang terlintas di pikiran Pemred selepas membuka mata, bangun dari tidurnya. “Hmm…tak sabar rasanya jemariku berceletuk dan menari diatas keyboard tuk menuliskan semua yang terlintas di otakku”, gumamnya. Benar saja, jam 6 pagi ia sudah duduk manis di warnet samping kost-kostannnya, setelah mandi pagi dan pamitan pada Bu Ita. Namun,...

Diary Garuda 1: Pejuang Malhikdua, Road ...

“Damai, kita dapat undangan dari AMIKOM”, seru Pimpinan Umum M2Net. “Benarkah, BU?”, Pemred _Damai_ memastikan. “Ni undangannya”, Bu ita _Pimpinan Umum_ menunjukan bukti. Terdiam sejenak. “Kok bengong?”, Bu Ita mengagetkan Damai. “Saya masih belum percaya, Bu.” “Maksudmu?” “Apa benar baju kuning ini baju...