Malhikdua kembali menjadi Jawara

Untuk kesekian kalinya, Malhikdua kembali menggenggam piala emas dan menyandang Juara umum Haflah Kubro ke -86 dengan meraih sebanyak … (maaf, saya lupa) … point emas dari 21 perlombaan yang telah diikuti oleh siswa-siswi Malhikdua dibawah campur tangan OSIS. Haflah Kubro merupakan suatu ajang kreatifitas santri yang dituangkan dalam aneka perlombaan antar sekolah yang ada di Al Hikmah 2 dalam rangka menyambut Hari Lahir PP. Al Hikmah 2 bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI.

Acara yang dibuka pada tanggal 15 Agustus 2009 dengan upacara bersama dan diselingi penampilan Marching Band SMA Al Hikmah 2 ini membuat semua OSIS dari masing-masing sekolah turun tangan dan mengirimkan delegasinya masing-masing untuk unjuk gigi dalam aneka perlombaan yang diselenggarakan. Diantaranya lomba spanduk,puisi, MHQ, mading, MC,basket,karnaval, dan masih banyak lagi.

Tak ubahnya untuk masing-masing komplek putra dan putri. Bahkan ada komplek putri yang menyelenggarakan sendiri berbacai jenis perlombaan untuk warganya. Diantaranya ada lomba kebersihan komplek, mading, model, makan krupuk,tutuk kendil,dll. Lain halnya dengan Rubath Al Hasan. Jenis lombanya mayoritas membutuhkan tenaga, seperti tarik tambang, panjat pinang, sepak bola, balap karung, dll. Ya…hadiahnya memang tidak seberapa, tapi asal santri gembira….(he..he..).

Diakui, peran OSIS patut diacungi jempol.Semangat dan kekompakan mereka mampu menepis segala kekurangan yang ada ( contoh: Lomba jasmani _basket, volly dan sepak bola_ berhasil dimenangkan oleh MA padahal di MA tidak ada pelajaran olah raga ) meskipun motivasi dari dewan guru sangatlah kurang *eit’s jangan salah! dewan guru juga ikut lomba lho…..*. Saya berterima kasih kepada pengurus OSIS atas segala kerja kerasnya, untuk berpartisipasi dalam Haflah Kubro tahun ini, meskipun saya akui dukungan dari atasan sangatlah kurang uc ap Pak Agus, selaku pembina OSIS dalam rapat pemantapan lomba kemarin.

Acara yang berlangsung selama 3 hari ini ditutup dengan pentas seni ,semalam. Masing-masing perwakilan OSIS menampilkan sebuah drama, hanya Mualimat saja yang berbeda, mereka menampilkan Sholawat Gado-gado dengan berbagai peralatan musik yang lumayan membuat santri putra menahan mata tuk terpejam.

Saya heran, kalau ada pentas seni duduknya selalu terdepan, bahkan rela begadang hingga tengah malam dan dengan antusiasnya mendukung OSIS-nya masing-masing. Tpi kalau ngaji kenapa senangnya paling belakang, datang terlambat, bahkan sebagian besar malah takror ( nggletak langsung molor ) @ inikah santri….? @

Nb. Alhamdulillah, tahun ini saya kembali bisa berpartisipasi dalam Haflah Kubro. Kalau tahun lalu saya menjadi delegasi MC nonformal, tahun ini saya ditugasi menjadi delegasi MC formal. ^ yang belum saya alami, menjadi MC dalam bahasa Inggris _ bisa nggak ya?_ ^. Suatu pengalaman baru bagi saya, terim kasih atas kesempatannya.

Facebook Comments

Leave a Reply

1 Comment

Leave a Reply to novi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *