Solaria Selenia

Semilir angin malam di kota yang kata sebagian orang “romantis” ini, menyibak-nyibakan jilbab lebar Trian. Wajah polos dan lucunya terlihat pas dengan tinggi badan yang tak sampai 150 cm. Kerlingan mata bulat, senyum manis, dan polahnya yang menggemaskan, membuat semua orang sepakat bahwa keluguan Trian itu menyenangkan. Terlebih pose-posenya yang justru dibanggakannya saat orang lain menyebut alay. Cocok sekali dengan kekonyolan gadis keturunan Purwokerto ini saat baru pertama kali memegang DSLR.

“Loh, ini kok gini… mas Sufyan, mas Sufyan, ini gimana?”, teriaknya panik saat hasil jepretannya tidak memuaskan. Khas logat Jawanya sangat kental. Kebanyakan orang menyebutnya dengan istilah medok.

IMG_5498Sufyan, salah satu tetua pasukan Selenia, begitu anggota komunitas Sandal Selen -blogger santri community- akrab disapa, dengan sabar mengajari Trian. Senyum manis bercampur peluh keringat Jogja membuat Sufyan tampak tetap semangat. Meski sesekali ia bergumam, “Kangen ngumpul bareng…” dengan tatapan kosong. Berharap Faroby -lurah Sandal Selen- dan paman gembul (julukan akrab untuk Novy Setyarso, founder Salan Selen) hadir di tengah kehangatan jalanan yang selalu dipadati pengunjung kota ini: Malioboro. Tapi apalah daya, gumamnya perlahan melebur dan terbang bersama angin malam.

Continue reading “Solaria Selenia”

Ini Dia Oleh-Oleh ‘Nova Inspiring Day 2013’

Damae bersama Perempuan Inspiratif Nova 2013 kategori Perempuan & Teknologi, Mira Julia.
Damae bersama Perempuan Inspiratif Nova 2013 kategori Perempuan & Teknologi, Mira Julia.

Sebenarnya berita ini sudah nangkring di BandungOke.com sejak 2 hari lalu. Gegara paket inet habis jadi puasa online sejak kemarin. Semoga oleh-oleh dari Nova Inspiring Day 2013 ini menginspirasi Anda setiap hari. ^_^

Have a nice reading!

Mengapa Saya Tetap Sehat selama Musim Hujan?

Selama hidup di kaki gunung Slamet, Jawa Tengah, hingga kini menetap di Bandung, saya selalu sakit saat musim hujan. Terlebih cuaca dingin di kedua tempat itu, membuat pertahanan tubuh gampang bobol. Mulai serangan pilek, batuk, demam, diare, sariawan, hingga penyakit berat yang perlu perawatan intensif dari dokter. Penyebabnya sepele, saya terlalu menyepelekan kesehatan. Continue reading “Mengapa Saya Tetap Sehat selama Musim Hujan?”

Hujan Kenangan

danbo-rainSiang ini aku tersenyum menatap mentari yang baru bangun,

Setidaknya ini harapan untuk sejenak melupakanmu,

Melupakan hujan kita, hujan kenangan

Meski aku tak yakin: 5, 10, atau 15 menit lagi mentari masih akan terseyum

Seperti aku tak yakin bahwa, kenangan hujan kita akan berdamai dengan sangkakala

 

Sepenggal Rasa

rasa-hatiSudah kukibas berkali-kali

Kugelengkan berkali-kali

Kupejamkan mata lalu kucoba lupakan berkali-kali

 

Tapi tetap saja nafasmu hadir

Tapi tetap saja bayangmu hadir

Tapi tetap saja suaramu hadir

Tapi tetap saja, kenangan tentang kita, semua hadir

 

Sekuat inikah rasa kita?

Ah, barangkali ini hanya rasaku

Rasa yang terlunta dan terpenggal masa

Rasa yang, aku pun tak tahu, bagaimana ujungnya

Asik! Saya Berjodoh dengan Slim Aspire E1

Dari semua tantangan #30HariBlogChallenge, W-terakhir inilah yang paling sulit bagi saya. “Mengapa saya layak memiliki Slim Aspire E1?”, pertanyaan itu terus berputar sejak Senin hingga Kamis pagi ini. Sejujurnya saya tipe manusia yang menyukai ke-simple-lan dalam hidup, mulai makan hingga fashion. Tapi ketika dihadapkan dengan pilihan, saya bisa jadi semacam Siput berjalan; lambat sekali & sangat mengkhayati (yang terakhir disebut sepertinya agak lebay). :) Continue reading “Asik! Saya Berjodoh dengan Slim Aspire E1”

Absen Sidik Jari Dosen, Sudah Semestinya!

(foto: Sri Wahyuni) Dosen fakultas Ushuludin, Ahmad Izzan, sedang mengungkapkan pendapatnya terkait absen sidik jari untuk dosen, Jumat (08/13) di ruang dosen lt. 3 fak. Ushuludin.
(foto: Sri Wahyuni)
Dosen fakultas Ushuludin, Ahmad Izzan, sedang mengungkapkan pendapatnya terkait absen sidik jari untuk dosen, Jumat (08/13) di ruang dosen lt. 3 fak. Ushuludin.

Pemberlakuan absen elektrik dengan sidik jari (finger print) di kalangan dosen UIN SGD Bandung, masih menjadi buah bibir. Pasalnya ketentuan pemerintah yang berlaku untuk seluruh PNS ini dinilai memberatkan dosen, terutama mereka yang tinggal di luar kota. Namun, dosen fakultas Ushuludin, Drs. H. Ahmad Izzan M. Ag., yang pulang-pergi dari Garut justru terang-terangan mendukung absen elektrik ini. Continue reading “Absen Sidik Jari Dosen, Sudah Semestinya!”