Aku hanya ingin berpuisi
Meski tak seelok Kupu-Kupu
Tak seindah Rinjani,
Aku hanya ingin berpuisi Continue reading “Hanya Ingin Berpuisi”

A Peace of Simplicity
Aku hanya ingin berpuisi
Meski tak seelok Kupu-Kupu
Tak seindah Rinjani,
Aku hanya ingin berpuisi Continue reading “Hanya Ingin Berpuisi”
[tab: Hal 1]
** Postingan ini relatif panjang. Saya pecah menjadi 5 halaman. Anda bisa klik TAB (warna kuning) di pojok kanan postingan untuk berpindah halaman. **
Mentari masih setengah sinar saat aku meyakinkan dia untuk duduk di tepian jalan yang tingginya lebih dari 1 meter. Hanya 1 meter, apa tidak berlebihan untuk diyakinkan? Tidak. Berat badan berlebih membuat gadis berkacamata minus 7 ini kewalahan naik tanpa tangga.
“Ayo, loncat lagi, Hil! Badanmu membelakangi posisi duduk, terus angkat tubuhmu kuat-kuat.”, sorakku seraya mempraktikkan. Continue reading “Kuldesak”
Apa kabar, Kau?
Mata elang yang telah lama hilang
Baikmu tak pernah luput dari tiap wiridku
Apa kabar, Kau?
Ingatku malam ini bukan pertama Continue reading “Apa Kabar, Kau?”
Alkisah, tentang Komunikasi Bisnis yang tak lepas dari Komunikasi Lintas Budaya.
Awalnya saya hanya meratapi tanpa menganalisis. Tapi kisah kedua dan seterusnya, membuat saya sejenak merenung. Aliran kepemimpinan macam apakah gerangan yang dianut para bisnisman ini? Mari berkisah, sob. Continue reading “Kolektivisme vs Individualisme dalam Komunikasi Bisnis”
Ada kisah yang belum terpuisi
Ada puisi yang belum terkisah
Keduanya sama gundah
Mencari pembuka makna yang,
Hanya ada padanya
Dia yang,
Harusnya mampu mengurai makna itu
Dia yang,
Menapaki kisah dalam puisi itu
Tapi kini jangankan berpuisi
Berkisah pun dia tak mampu
Adakah Kau lihat dia?
Dia yang baru saja hilang dari ragaku
(15.09.13, 2:09)
Jika memilih itu menjadi hal berat dan rumit,
Biarkan aku berhenti berharap
Dan, cukuplah dia yang kau lihat
Jika memilih itu membuatku melihat kebimbanganmu
Biarkan aku tenggelam
Menghilang bersama kepingan hati yang tak ingin kau tahui
Dan, cukuplah dia yang kau yakini
Bahkan, jika memilih itu membuatmu terluka
Biarkan aku sirna
Bersama cinta yang tak pernah mengharap balas
Dan, aku cukup tahu diri
Untuk tidak mengusikmu lagi