Kuldesak

[tab: Hal 1]

** Postingan ini relatif panjang. Saya pecah menjadi 5 halaman. Anda bisa klik TAB (warna kuning) di pojok kanan postingan untuk berpindah halaman. **

Mentari masih setengah sinar saat aku meyakinkan dia untuk duduk di tepian jalan yang tingginya lebih dari 1 meter. Hanya 1 meter, apa tidak berlebihan untuk diyakinkan? Tidak. Berat badan berlebih membuat gadis berkacamata minus 7 ini kewalahan naik tanpa tangga.

“Ayo, loncat lagi, Hil! Badanmu membelakangi posisi duduk, terus angkat tubuhmu kuat-kuat.”, sorakku seraya mempraktikkan. Continue reading “Kuldesak”

Yang

Ada kisah yang belum terpuisi

Ada puisi yang belum terkisah

Keduanya sama gundah

Mencari pembuka makna yang,

Hanya ada padanya

Dia yang,

Harusnya mampu mengurai makna itu

Dia yang,

Menapaki kisah dalam puisi itu

 

Tapi kini jangankan berpuisi

Berkisah pun dia tak mampu

 

Adakah Kau lihat dia?

Dia yang baru saja hilang dari ragaku

(15.09.13, 2:09)

 

Jika Memilih Itu…

Jika memilih itu menjadi hal berat dan rumit,

Biarkan aku berhenti berharap

Dan, cukuplah dia yang kau lihat

 

Jika memilih itu membuatku melihat kebimbanganmu

Biarkan aku tenggelam

Menghilang bersama kepingan hati yang tak ingin kau tahui

Dan, cukuplah dia yang kau yakini

 

Bahkan, jika memilih itu membuatmu terluka

Biarkan aku sirna

Bersama cinta yang tak pernah mengharap balas

Dan, aku cukup tahu diri

Untuk tidak mengusikmu lagi