Belajar dari Tragedi 1 Januari

Setahun yang lalu, tepatnya 1 Januari 2009. Launching T-GER.net berakhir mengenaskan. Masih terekam jelas di memori saya, bagaimana gencarnya persiapan agenda yang tak kan terlupa. Mulai dari pembuatan dekor, pementasan drama, pembuatan film dokumenter, sampai dihadiri pemilik blog Mantan Kyai yang merupakan suatu kehormatan bagi kami ( baca: T-GER.net ) .

Namun, sayang seribu sayang                                                                      

Hasilnya tak sesuai yang diharapkan. Wacthing Laskar Pelangi yang rencananya menjadi gebrakan, terrnyata malah menghancurkan acara. Kerena terjadi penipuan pada CD yang telah di pesan. Lebih parahnya, hal ini baru diketahui tiga jam sebelum acara dimulai. Kalang kabut. Pntang panting. Pusing tujuh keliling. Detik itu juga blogger putra lari kesana kemari sampai tempat rental CD di Bumiayu pun dikunjungi demi mendapatkan si pengganti.

Tapi.. apalah mau dikata..

Audience kecewa. Amat sangat kecewa. Bahkan amat sangat kecewa sekali. Mereka terlanjur tremakan promosi yang menjanjikan pemutaran film Laskar pelangi, yang sedang booming waktu itu. Al hasil, semua acara yang telah dikemas sebelumnya, hancur lebur. Luluh lantah. Sia-sia. Bahkan T-GER.net dicap sebagai pendusta. Hal ini embuat para blogger tak berani kembali ke asrama seusai acara.

Ooow                                                                      tragis sekali bukan?

                                                                  Sesuatu yang dimulai dengan api yang membara justru akan berakhit kaku membeku                                                                   

Namun, disini saya tidak akan mengungkit kegagalan itu. Peristiwa yang menyisakan air mata dan cap pendusta bagi perintis blogger Malhikdua. Itu hanya flashback tuk sejarah T-GER.net yang sepertinya kini tinggal nama. Ya                                                                       sebagian besar orang menggap bahwa T-GER.net telah mati. Hilang tertelan kurangnya kepedulian dan solederitas pengurusnya sendiri. Benarkah demikian?

Entah benar atau tidak, yang jelas T-GER,net pernah berjasa untuk Malhkidua. Terutama bagi saya. Karena paling tidak T-GER.net telah menyumbang blogger-blogger yang tergabung dalam malhikdua.com. Hanya saja perkembangannya tidak terkontrol dan terarah. Selain itu, tidak dibarengi dengan tumbuhnya blogger-blogger baru yang kan memantu T-GER.net semakin maju. Satu hal lagi, kurangnya fasilitas yang memadai juga manjadi pemicu eksisnya blogger Malhikdua saat ini.

Ah                                                                      betapa malangnya. Kebersamaan dalm komunitas ini telah pudar. Terhapus waktu yang kian cepat berputar. Melayang. Mati. Tak ada yang peduli.

T-GER.net.

Kini genap setahun usiamu. Usia yang masih sangat muda untuk seorang bayi. Dulu saya baru bisa berjalan diusia itu. Terlalu cepat bila di hari pertama ini kau justru punah karena tak mampu survive dan adaptasi. Namun, saya yakin T-GER.net akan senang bila melihat blogmalhikdua semakin berkembang. Selama malhikdua.com masih ada, setidaknya kau masih bernyawa. Mereka akan terus berkreasi, saling berbagi, bertukar informasi, menulis dari hati tuk menampah kepekaan diri. Lebih dari itu, mereka juga mengukir sejarah lewat tulisan, bukti potret kehidupan.

Ok. Teruslah berkarya, duhai blogger malhikdua.

                                                                   Selamat ulang tahun T-GER.net yang pertama. Terima kasih atas ksempatanku tuk bergabung bersamaamu.                                                                   

                                                                   Kegagalan adalah bagian dari proses kesuksesan. Bukan seberapa banyak anda gagal, tapi bagaimana anda bisa menyikapi kegagalan tersebut.                                                                    Demikian Si Lebah Cerdas menuturkan.

Terima kasih untuk pelajaran yang berharga ini.

Salam T-GER.net.

Facebook Comments

Leave a Reply

8 thoughts on “Belajar dari Tragedi 1 Januari

  1. anis says:

    ya, memang tragis dulu. ketika kepercayaan hadir, kita hancur leburkan dengan sekejap. itulah perjuangan, hidup tidak selamanya lurus-lurus aja, adakalanya harus menginjak duri, dan menelan racun. tapi apakah kita harus lari….?

    Hanya satu jawaban: HADAPI…!

  2. saifuna says:

    Salut buat damai dan kawan2 yang masih tetap semangat demi memperjuangkan ke-ekisisan T-GER net….maju terus nak…perjuanganmu tak akan bernilai sia-sia ….. !!! :)

    terima kasih,, suport dari anda sangat membantu

  3. wahyu says:

    tak apa2…
    masih ada hari esok..anggap pelajaran berharga..
    pengalaman itu mahal…
    :) semoga lebih sukses di tahun ini…
    salam

    yupz! kan katanya pengalaman adalah guru terbaik.
    Terima kasih atas kunjungannya.

  4. sawali tuhusetya says:

    tentu sebuah pengalaman berharga yang bisa diambil sbg pelajaran. semoga peristiwa seperti itu tak menjadi poenghalang bagi blogger malhikdua utk terus berkarya.

    setuju! terima kasih atas dukungannya.

  5. lebahcerdas says:

    Orang sukses itu adalah orang yang bersikap benar terhadap kegagalan. Orang sombong adalah orang yang gagal menghadapi kesuksesan. Orang yang putus asa adalah orang yang gagal menghadapi kegagalan.
    Selamat menikmati perjalanan menuju kesuksesan…
    Salam

    iya, ya..benar juga..
    terima kasih atas kunjungannya..

  6. snipper says:

    Saya Juga terharu mendengarnya……..
    Tapi apakah dengan kejaadian tersebut kita bisa bangkit kembali……
    Bagaimanakah dengan keanggotaan T-ger net sekarang……
    Akankah M2net dianggap kembali di lingkungan kita…..

    entahlah,
    yang pasti jangan patah semangat, jadikan hambatan sebagai jembatan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *