Kado Pendamai Hati

width=244 Memang benar. Allah Maha Kuasa atas segalanya. Allah pula yang berkuasa membolak-balikan hati manusia. Sekarang saya mengerti, tak selamanya hal buruk yang terjadi pada kita itu musibah yang bisa menghancurkan segalanya. Tapi, barang kali saja dibalik hal yang acap kali ikut andil dalam problematika kehidupan, tersimpan anugrah terindah yang belum pernah kita dapatkan. Dan mungkin pula itu bukti kasih sayang dari Pemilik Samudra Kasih Sayang yang tak kan pernah kering. Boleh dikatakan, Allah sedang memperhatikan kita, bukan?

Ya, hal itu telah saya alami. Tangis bahagia yang tumbuh dari rasa kesal, kecewa, dan gembira campur aduk jadi satu dalam segumpal daging penentu baik buruknya manusia -hati-. Sikap bijak dituntut berperan menguasai keadaan. Meski hati ini sempat hancur berkeping-keping. Sedang saya hanya bisa menggigit jari kelingking. Kepedihan pun berlarut-larut. Sementara benang kesabaran telah kusut. Amarah yang lebih dahsyat dari bom penghancur kota Hirosima dan Nagasaki pun hampir meledak.

Tak perlu lah saya ceritakan kehancuran hati saya. Tapi hal yang ingin saya bagi disini adalah bagaimana saya bisa menyakinkan diri bahwa petualanagan hidup saya belum berakhir. Dan tentu saya tak boleh pasrah, apa lagi menyerah menggapai mimpi. Karena saya percaya, di luar sana masih banyak yang lebih buruk kondisinya dari pada saya. So, betapa lemahnya saya kalau hanya bisa berdiam diri sambil meratapi apa yang terjadi. Bukan kah Allah tidak senang dengan hal itu? Memang, Allah telah memerintahkan kita untuk berserah diri pada-Nya, tapi dengan catatan setelah kita berusaha maksimal. Itu baru namanya tawakal. Benar tidak?

Lalu, bagaimana saya melakukannya?

Memang tidak gampang menjalani proses kehidupan. Terkadang saya merasa semua ini tidak adil. Kenapa yang lain bisa terbahak-bahak tanpa beban sedikit pun di wajah mereka, sementara saya… selalu disudutkan dengan masalah yang berujung di titik tengah. Terkadang saya juga iri dengan kebahagiaan dan indahnya persahabatan. Kenapa saya selalu dipojokkan dan diperlakukan beda dari yang lain. Padahal mereka mengakui kalau saya tidak pernah menyakiti mereka. Terkadang saya juga berpikir apakah saya diciptakan hanya untuk dimusnahkan pelan-pelan? Apakah saya tidak berhak merasakan apa yang mereka rasakan?

Tapi, saya menyesal dengan semua suudzon itu.

Saya terinspirasi dari kisah Po dalam film Kung-fu Panda. Kalau seekor panda yang gembul, gendut dan imut plus tidak ahu apa-apa tentang dunia kung-fu bisa menjadi Pendekar Naga terhebat di China, kenapa saya (_manusia_ dalam Al-Qur’an dijelaskan sebagai sebaik-baik cipataan) tidak bisa melakukan hal yang lebih dari panda?

Banyak nilani moral yang saya peeetik dari kisah Po. Salah satunya adalah keyakinan. Ya, kita bisa mengubah apa pun dan siapa pun jadi yang kita mau asal kita yakin bahwa kita bisa melakukannya. Yakin karena di dunia ini tak ada kebetulan dan selalu ada kemungkinan. Dan yakin kalau tak ada resep rahasia menjadi suskes. Saya jadi ingat General Collin Powel pernah menuliskan, Tak ada resep rahasia untuk menjadi sukses. Sukses itu terjadi karena persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kesalahan.

Dikisahkan pula dalam film ini. Po justru tetap bertahan dan tetap tinggal di tempat Pendekar Lima yang sangat Po kagumi, walau tak seorang pun menghargainya. Semua orang membenci, memaki, menghina, dan tak percaya bahwa dia bisa menjadi Pendekar Naga. Sekali pun ia tahu kalau itu sangat menyakitkan, tapi tak sedikit pun ia gentar dan berubah haluan untuk mewujudkan impian. Dia siap terluka dan terus berlatih tanpa putus asa, meski hanya bermodal keyakinan bahwa ia bisa mewujudkan impiannya.

-singkat cerita-

Akhirnya, Po, anak tukang mie yang memiliki berat badan berlebih ini berhasil menjadi pendekar Naga. Bahkan mengalahkan Tai Lung -murid Master Shifu yang durhaka-, dan menyelamatkan penduduk sekitar dari amukan Tai Lung. Nah, kalau begitu saya juga harus yakin, kalau saya pasti bisa melewati setiap rintangan di depan kedua mata saya. Ya, saya tahu, saya mau, dan saya bisa!!!

Notes: Pelajaran Film ini menjadi kado terindah di hari ulang tahun saya ke-17, yang membuka mata hati saya agar lebih bijak dan bersikap dewasa.

Postingan terkait:

http://damaibersamamu.rumahtulis.com/2010/03/17/senyum-kedamaian/#more-19

Facebook Comments

Leave a Reply

9 thoughts on “Kado Pendamai Hati

  1. saifuna says:

    Tetap tegar dan Istiqomah yah dik,
    Aku juga pernah mengalami kondisi sepeti itu dipondok.
    asal tegar dan Istiqomah, insyaAllah dik damai akan memetik buah manisnya.

    Met Ultah yah Dik Damai, semoga selalu tentram damai dan sejahtera. ^_^

    amin…terima kasih banyak akhi, ya…memang beginilah kehidupan..

  2. novi cuk lanang says:

    ada 3 hal yg kutarik dari postingan ini.

    1. Seorang mursyid,mukim d jojga, pernah brpesan agar jgn menghina orang2 gembel,gelandangan,gypsi,dan sejenisnya. Mereka kaum yg dilemahkan,waliallah,wali kutub,yg bikin dunia mempunyai keseimbangan,dan bakal menolong kita di akherat kelak.

    2. Dua minggu lalu,tepatnya malam jumat seperti sekarang, seorang teman yg kutuakan bercerita tentang KEYAKINAN. pelajaran yg diambil dari film kungfu panda, tentang kisah Po.

    3. Sama2 bercerita ttg KEYAKINAN, sama2 mengambil kisah Po. Temanku itu seorang ustadz. tentu dia orang yg sholeh. dan yg menulis di blog ini tentu jg sholeh.

    Setidaknya itu yg kudoakan untukmu di hari ulang taun kemarin. SEMOGA JADI WANITA SHOLEHAH

    amin, terima kasih, mas. Semoga Allah mengabulkan dan membalas kebaikan untuk mas Nov.

  3. Pojok Pradna says:

    selamat hari lahir..
    semoga berkah di setiap langkahnya..

    jika orang lain tampak gembira, seolah tidak ada masalah…sebetulnya mereka pun juga punya masalahnya sendiri…hanya saja mereka mungkin lebih bisa menerapkan manajemen wajah sumringah seolah tidak terjadi apa2 :D

    anyway…Kungfu Panda memang awesome! ;)

    terima kasih atas kunjungan dan do’anya,
    yupz! mas pradna juga dah nonton?

  4. irawan says:

    Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan…. Alloh tidak akan memberi cobaan kepada hambanya melebihi batas dari kemampuan seseorang… btw, met ultah ya.. semoga kita bisa menggunakan sisa umur kita dengan sebaik2nya.. :D

    yupz, benar sekali
    terima kasih atas do’a dan kunjungannya

  5. Dewi Yana says:

    Assalamu’alaikum, Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al ‘Ankabuut [29] : 2) (Dewi Yana)

    wa’alaikum salam,
    terima kasih atas kunjungannya, Mbak.

  6. sawali tuhusetya says:

    wah, rupanya mbak damai suka nonton kungfu panda, yak, sampai2 bikin analogi kehidupan pun mengambil adegan dari film yang digemari anak2 muda itu.

    bukan suka sih, Pak Dhe. Mungkinini sudah direncanakan oleh Yang Maha Kuasa. Karena film itu diputar bertepatan dengan hari ultah saya

  7. anistok says:

    Aku tak bisa berkata apa-apa selain luar biasa. Ternyata kau masih mampu mengatasi semuanya, dibalik masalahmu yang betumpuk. Jadi ingat kata Robby Habibi seorang motivator: Orang yang paling rugi didunia adalah orang yang hidup tanpa masalah.. So, beruntung kau punya banyak masalah yang akan semakin mendewasakanmu.
    Damainya hatiku.

    @Saifuna: Aku nggak trima sampeyan manggil damai, dik. Awas nek ketemu. Huhh

    iya, mas, terima kasih atas semangatnya.
    @saifuna: lho..memang kenapa, mas?

  8. saif sijine says:

    @anis : pertanyaanya sama dengan dik damai, lho memang kenapa mas? hayooo jawaabbb, berani nulis berani tanggung jawab dunk nis xixixixixi ^_^

    duh, ada saif dua to?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *