Leave a Reply

24 Comments


  1. ·

    funtastic mbak damai
    wisata yang eksotis menurut ana mbak, reportasenya juga ringan tapi tetep berbobot
    caayyoo,,,semnagat buat mbak damai wardani :)

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      :) makasih atas kunjungannya, siaappp..
      :)

      Reply
  2. Rizky Nupus Permana
    ·

    asyik bgt ya, jdi pngen main….^_^

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      hayu atuh, main ka bandung, mas. makasih atas kunjungannya ya, :)

      Reply
    1. damai_wardani
      ·

      kamunya ditanyain kapan mau ke bandung ga jelas mulu, ya nanti lain kali kesana sama kamu, :)

      Reply
    1. damai_wardani
      ·

      nuhun atas kunjungan n komentarnya teteh, :)

      Reply
  3. Mulki
    ·

    Anak melayu mengail ikan,perhau berlabuh di tebgah danau
    Tulisan Damai sae pisan,smga bisa jadi yg nmr satu :)
    Neneknya ica bermain kapur,kapurnya di beli di situ cilenca
    Smga jalan jalanya jadi tafakur,menmbah dekat dengan DiriNya :)
    Oh iya satu lagi ya.. jalan jalan ke kota garut,tidaklah lengkap tak ke pantai cicalobak…kalau nanti main kembali ke garut agar afdol singgah we ke pantai cicalobak…he..he

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      hihihh,, mantap pantunnya, aa.. nuhun pisaaan

      Reply
  4. riyadi el nahnu
    ·

    wow mantap Q bangga punya temen kayak damai, sayangnya Q orang komunikasi dan penyiaran blum bisa kayak damai…
    semua ini merupakan inspirasi saya untuk selalu mengobservasi terus dalam meningkatkan skill Q…

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      makasih atas kunjungan dan apresiasinya, aa.. :)

      Reply

  5. ·

    Wah Ternyata penyiar radio bisa jadi presenter tv,penuh tantangan yah ternyata kebiasaan yang dulu takut air(dingin),sekarang mau gak mau harus berenang dengan air,syukur gaya batu yg dulu sering dilakukan ga dilakukan saat renang kemarin yah asik – asik,ajibbbb pokoknya salam Damae buat wardani ,tetap semangat menjadi bintang di langit…..

    Reply

  6. ·

    wuiihhh, asyiiik bgt yea mbak,
    semoga suatu saat kita bisa kesana bersama ^_^

    Reply
  7. rakhma salsa
    ·

    waaah!!!serruuuu sekali mba!!!
    hemmmm….. tapi sayang aku ngga diajak sih!heheee
    tapi nih jd motivasi wat q,,,
    semua yang pernah dikunjungi ,bisa juga saya dokumentasi atau berbg crta!!!

    Reply

  8. ·

    Asyik banget…………
    wah jadi pengin traveling kaya gitu deh……

    Reply
  9. Widya
    ·

    haaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,
    tambah bangga ma mb damae.. :)

    Reply

  10. ·

    Pemaparannya membawakan melodi keindahan tersendiri dalam lubuk hati. Tak kuasa rasanya mencegah langkah kaki beranjak ke tempat yang dimaksud.
    Ahhh…
    Dengan bahasa yang renyah, simple, dan bersahabat, Teh Damae berhasil menanamkan satu rasa Mencoba berkunjung kesana.
    Nice Post.
    Sincerely.
    MRC

    Reply

  11. ·

    Tulisan yang renyah: enak dibaca, dan mudah dicerna. Bukan hanya informatif, juga sangat persuasif. Aha…yang baca pasti penasaran untuk berkunjung deh. Damae sukses yah!

    Reply
    1. Nieff Han-fah
      ·

      waaaah seruuuu tuch pasti..
      garut gitu lho.hehehe (kaya garut milik diriku sendiri saja).
      lain kali kalau ke garut mampir k rumah daku ya teh damae…

      Reply

  12. ·

    nice ,keep at the good work sist :D cuma td d liputan yg d sabda alam ada yg salah ..anak kecil yg berat nya 80brapa sentimeter gt.. berat ko sentimeter .wkwkw tp kereeennn XD

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      hahahah.. namanya juga amatir, neng. maklum, ga ada sutradara yang mengarahkan. semua serba instan dan peralatan seadanya.
      makasih atas kunjungannya ya.

      Reply
  13. sugiono
    ·

    Mantap laporannya neng.Bisa dibayar mahal nih sama pemilik leisure place..whynot?Ada koq berprofesi penguji hotel dan penguji kasur dgn penghasilan tinggi.Go ahead menjadi acuan terdepan dlm hal tempat wisata. asal menjaga independen dan profesional dlm melaporkan.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *