Leave a Reply


  1. ·

    memang, keterbatasan itu membuat manusia punya kesempatan untuk mengeluarkan seluruh energinya.

    Reply

  2. ·

    Jadi inget waktu masih jadi reporter M2Net meskipun ga seaktif Sister Damae . . .

    Reply

    1. ·

      Alhamdulillah, Excellent, Allahu Akbar :D
      masih sist, tapi cintaku sekarang tidak bisa kuungkapkan dulu . . . hehe

      Reply
    2. damai_wardani
      ·

      hehe.. apa kabar, nizar? masihkah ada sisa cinta untuk santri journalism dan m2net? :)

      Reply

  3. ·

    sungguh mengharukan perjuangan para santri malhikdua dalam memperjuangkan jurnalisme ala santri yang selama ini dinilai masih menjadi Indonesia yang tertinggal. semoga perjuangan berdarah-darah semacam ini bisa mengilhami santri2 lain dalam ikut berkiprah menegakkan nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan melalui ranah jusrnalistik. salam ngeblog.

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      terima kasih, pakdhe. amiin… :)

      Reply
  4. Rully Hartati
    ·

    MA Al Hikmah semakin mantabbb…salut untuk para yunior. Tetap semangat dalam berkarya…

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      terima kasih atas kunjungannya, mbak rully, :) siaaap!

      Reply

  5. ·

    Oke kalau buat blog, tapi terlalu puitis untuk sebuah laporan.

    Dua kali ke sini, dua kali juga ga kuat baca seluruh tulisannya.

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      cup..cup..cup… mas pradna butuh tisyu? :P

      Reply

  6. ·

    WOW! YANG NAMANYA JURNALIS ITU!…
    Dengan keterbatasan itu, lewat jalan yang ciut-seciut-ciutnya itu, … yang namanya jurnalis gak bakal kehabisan akal, wat nerjang, sebanyak2 nya perkara!.
    Walaupun keadaan yang tidak bersahabat, yang namanya jurnalis itu Friendly…= mau bersahabat dengan siapapun (dr presiden hingga tukang sampah).
    dan Wat M2NET… salam satu jiwa!

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      SALAM SATU JIWA! aku senang salam itu masih bergema hingga sekarang. Lanjutkan perjuanganku, fajrul. :)

      Reply
  7. muhammad
    ·

    santri… yang berupaya tidak ketinggalan dengan orang dalam titik dua

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      terima kasih atas kunjunganya, :) benar, semoga istiqomah demikian.

      Reply
  8. fahmi
    ·

    wah keren-keren tuh perjuangannya..
    bisa jadiin tiruan di komunitas kiita kayanya..

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      :) lebih tepatnya kita modifikasi aja, mi. kalau ditiru mah tar dikira kita ga kreatif. :P makasih dah berkunjung, :)

      Reply
    1. damai_wardani
      ·

      Hemmmm juga, gusti. hehe.. terimaksih telah berkunjung. sedang dalam revisi sebenarnya, semoga nanti bisa lebih bagus lagi. :) begitu juga dg punya gusti,

      Reply

  9. ·

    Pasti menarik menilik dunia dari sudut pandang, cara pandang, dan tentu saja jarak pandang seorang santri. Eh, cak Novi apa kabar ya Teh?

    Reply

  10. ·

    Hiks, perjuangannya luar biasa yaa.. Yg di sini banyak santai2 aja ke warnet, ato ke cafe hotspot, buat internetan gak jelas atau malah maen game online, sementara di situ perjuangan keras untuk akses internet. Saluuuuut!!!

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      begitulah, qi. makannya ayo bantu para jurnalis santri ini. ditunggu partisipasinya blogger ngalam, :) makasih sudah berkunjung,

      Reply
  11. Menning
    ·

    Dik Damai ini masih muda, tapi tulisan-tulisannya hebat :)

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      terima kasih, teh menning. tulisan teh menning juga selalu mencerahkan.

      cirebon itu dekat dg brebes kan? jika ada relawan yg mau membantu santri journalism, damae dg senang hati membuka donatur. :)

      Reply

  12. ·

    Salut untuk perjuangan mereka,
    Jangan mundur selangkahpun, dan Allah mengembalikan (kerja keras) ini dengan pahala berlipat ganda …
    Semoga jiwa santri journalis akan tetap melekat sepanjang hayat.

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      amiin, terimakasih mas misbah. :) semoga demikian, ditunggu pasrtisipasinya untuk para pejuang santri journalism.

      Reply

  13. ·

    saya kunjung balik mbak Damae ^^

    saya selalu mempunyai prinsip bahwa tidak ada kata keterbatasan itu menghambat, yag benar adalah keterbatasan itu membuat agar kita lebih berusaha dan giat dalam mencapai tujuan utama. dengan keterbatasan, kita akan keluar dari zona aman dan berpikir lebih luas

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      yup, setuju, bang imam. nuhun pisan kunjungan baliknya, :)

      Reply
  14. Aeph Sutriyshna
    ·

    Tak ada artinya hidup tanpa nama,,
    dan tak ada artinya nama tanpa karya,,
    teruslah berkarya,,
    karena hanya karya lah satu-satu nya alasan bagi orang-lain untuk mengenal kita

    semoga -lewat teh damae- bendera M2NET berkibar lebih tinggi lagi,, dengan khasanah karya-karya nya yang senantiasa dinanti,,

    sukses selalu,, salam damai..

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      terimaksih mas aep, amiin.. mohon bantuannya ya. :)

      Reply

  15. ·

    Tulisan ini sebenenarnya menceritakan tentang keterbatasan para santri untuk bisa mengembangkan jurnalisme di sekolahnya, harusnya ini menjadi tulisan yang berat. Apalagi dengan jumlah karakter tulisan yang banyak sekali, tapi ga tau kenapa, membacanya merasa sangat mengalir, dari satu paragraf ke paragraf lain sehingga menjadi ketagihan buat terus membaca sampai akhir.
    Nice Damai,, ditunggu lagi yagh tulisan yang lainnya… ^^

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      makasih, neng geulis. :) siap. silahkan berlangganan saja biar nanti ada pemberitahuan via email kalau ada tulisan baru. :)

      Reply

  16. ·

    keterbatasan alat dan ketinggian pencapaian adalah ukuran sukses seseorang. sampaikan salam perjuanganku untuk mereka yang gigih berjuang ya… :)

    Reply

  17. ·

    Alhamdulillah, akhirnya ada yg post spt ini. meski hanya mengambil dari 1 angle saja. angle2 lain tak kalah serunya (baca: tragis..he.he.he).

    kenapa saya bilang Alhamdulillah, agar para pengelola sekarang tau sejarah, betapa sulitnya mendapatkan hak dalam kenyamanan bertugas. fasilitas2 yg ada sekarang berkat militansi para pejuang TIK sebelumnyam, termasuk mba damae.

    meski sampe sekarnag masih penuh keterbatasan, tapi tidak sepahit dulu. pihak sekolah sudah menyediakan ruangan khusus yg strategis, dan membiayai penuh beban server yang cukup mahal. hal demikian patut disyukuri dan tak perlu menuntut lebih. bisa jadi masih adanya keterbatasan ini karena banyak sekali yang harus diurus oleh sekolah. tidak hanya TIK.

    Sekali lagi, makasih atas postingannya. Ditunggu kisah2 dari angle lain.

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      akhirnya lakon cerita muncul juga, :) terimakasih kunjungannya. insyaallah, akan senantiasa saya publikasikan kisah2 heroik selanjutnya. ada kabar baik, ada sumbangan printer baru katanya. meski internet sudah terputus sejak 3 bulan lalu, tapi semangat anak2 masih menggembirakan. :)

      Reply

  18. ·

    Untold story yg penuh kegigihan, jurnalisme santri semoga bisa jd warna yg bercahaya di antara dunia jurnalisme yg saat ini banyak yg abu-abu.

    Sejatinya bukan keterbatasan yg menghambat gerak dan langkah kita utk meraih sukses, tapi pilihan sikap kita yg membuat kita bisa maju atau diam di tempat

    Reply

  19. ·

    cukup menyentuh ceritanya. santri wajib baca. eh. pejabat juga :)

    tp ana penasaran dengan avatar orang pake lilin dalam kegelapan itu. sptnya ada peristiwa di balik avatar.

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      masa-masa apa nih? ayo.. masa apa coba,…

      Reply

  20. ·

    wah, meliput kegiatan para santri memang seru ya
    saya sendiri gak mengalami bagaimana indahnya mondok di pesantren
    tapi saya selalu salut kepada santri
    terlebih ternyata keluarga besar saya punya pesantren yg usianya sudah lewat 1 abad

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      wah, keren kang achoy. :) jadi penasaran sama pesantrennya,

      Reply
  21. miftah
    ·

    Sungguh mengharukan…begitu berat perjuangan M2Net. Hmmm..masih belum punya sumbangsih berarti buat M2net..Buat Damai terus menulis, thanks buat pengingatnya… Buat Mas Novi terima kasih buat segalanya…Ayo Pejuang M2net berjuanglah selalu, kini gilirankalian untuk meneruskan Jihad fi dunya Maya. Salam satu jiwa!

    Reply
    1. damai_wardani
      ·

      makasih kunjungannya, miftah. salam satu jiwa! salam juga untuk kawan2 alhikmah di mesir

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *