Pesan Kehidupan

pesan kehidupan
Source: Here

Benar.
Menikmati hidup dengan bayang kematian itu, amat menyakitkan.
Medis memvonis sisa usia tidak sampai sebulan. Ada pula yang agak beruntung, 17 lilin bisa berdiri di atas kue ulang tahun. Meski semua tahu, detak jantung bisa berhenti kapan pun dia mau.

Benar.
Ini jelas tidak adil. Pemabuk, pencuri, germo, dan pembunuh itu bisa bernapas lega. Mengapa gadis berbakat, pemuda baik hati, atau ibu yang mulia justru harus tersiksa dalam tiap napasnya.
Barangkali begitu mereka berpikir.

Tapi singkatnya hidup nan peluh itu, membuat detik menit jam hari bulan tahun; amat berharga.
Hilang satu detik, bisa sama satu tahun atau bahkan separuh hidup.
Hilang satu menit, bisa jadi habislah hidup.

Itulah mengapa mereka berlomba membuat kisah terindah. Kisah untuk orang-orang terkasih, orang-orang tersayang, orang-orang tercinta, bukan diri sendiri.

Itu pula yang membuat mereka menyadari apa makna hidup, untuk apa idup, dan mengapa mereka hidup. Semua seakan terjawab dalam satu kata: kesedihan. Menikmati hari di bangsal rumah sakit, tidak boleh ini tidak boleh itu, jangan makan ini jangan makan itu, bahkan rasa ingin ini dan itu harus dipendam dalam-dalam. Demi bertahan.

Selepas mereka pergi baru kita sadari, kesedihan itu menjelma bahagia pada akhirnya. Bahagia karena tiap tarikan napas mereka mewarisi pesan kehidupan.

Facebook Comments

Leave a Reply

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *