Pulang Kampung bersama Sujiwo Tedjo

Hahaha… cukup lebar ketawa saya saat menilik blog ini. Aduh, begitu tega nian telah lama membiarkan Ruang Sederhana terbengkalai. Tanpa aksesoris mencolok sebagaimana jaman saat masih unyu. Postingan terakhir terbaca tanggal 7 Februari 2015. 2 tahun lalu. Saat KKM, Waww. Sekarang empunya uda lulus…

(note: jangan pandang 2 tulisan terakhir, itu jelas pesanan, demi bayar kosan di Bandung yang kian mencekik ..)

Alhamdulillah, ada adik angkatan yang mengajak balik lagi ke Blog Malhikdua demi mensukseskan gerakan Aksi Menulis 1 Hari 1 Post selama Ramadhan (semampunya). Nggak bisa menolak, karena bagaimanapun untuk menggapai kesuksesan harus dilakukan secara bersama, kolektif, dengan kesadaran bersama pula, tidak sendirian. Anggaplah untuk kali ini saya harus pulang kampung, namanya juga mau lebaran, nggak cuma secara fisik ke Cilacap, tapi juga secara batin tulisan harus mendarat di Malhikdua.com, ruang pertama saya dibesarkan bersama Sandal Selen kala itu. #kangen.

Nggak pake panjang lebar kali tinggi, saya pun setuju pulang kampung, lewat kisah jadi moderator acara bedah buku yang diadakan CSSMoRA UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada hari Kamis (04/05/17) lalu. Bagaimana kisahnya? Biarlah foto dan video yang bicara, lebih otentik dan valid.

Pidio
https://www.youtube.com/watch?v=SpjI5PsNDWI

Nah, gaes, setelah baca postingan perdana ini mangga kunjungi rumah baru Damai di Jejak dan Jalan Damai.

Postingan ini dibuat dalam rangka #PulangKampung lewat program #1hari1Post dalam #RamadhanMalhikdua dan saya dedikasikan spesial untuk Mbah Sujiwo Tedjo, sahabat Mbah Nun yang hari ini milad #64thCakNun.

Semoga ada waktu buat Mbah Sujiwo Tedjo dan Mbah Nun bisa niliki rumah kami di Pesantren Al Hikmah 2 #RinduAbah

3 thoughts on “Pulang Kampung bersama Sujiwo Tedjo

  1. buron says:

    halo damai, long time no see ya

    diriku bikin blog baru dan ngelink dirimu di first posting hahaha
    buron.malhikdua.com/

    yummy

  2. Pingback: Titip Rindu – Buronan; Sebuah Pelarian

  3. Miftah Wibowo says:

    Memang sosok yang satu ini patut menyangdang nama Damai, karena kemanapun selalu membawa kedamaian. Wuih seru ya acara bareng Mbah Sujiwo Tejonya, bulan kemarin juga sempat bertandang ke Kairo, dan berbagi cerita bareng komunitas Seni Masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir) bernama Akar. Sosok yang inspiratif. Semagat Mae 👍👍👍. Anyway Ramadhan Karim 💝.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *