Mencari Mutiara Tersembunyi Dibalik Sosok Jupe

Innalillahi wa innailaihi rojiun. Julia Perez meninggal dunia hari ini, Sabtu, 10 Juni 2017. Artis yang akrab disapa Jupe ini menghembuskan napas terakhirnya di RSCM Jakarta. Jupe meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker serviks. Beberapa hari sebelumnya, ia sempat menjalani operasi besar. Jupe diketahui mengidap kanker serviks dengan diagnosa awal stadium 2A pada akhir tahun 2014. Ia sempat menjalani pengobatan di sebuah rumah sakit di Singapura.

Kabar meninggalnya artis yang mulai dikenal di Indonesia lewat sinetron Cinta Lokasi (2002-2003) sontak membuat dunia hiburan tanah air kembali kehilangan seorang seniman kebanggaan. Wanita terlahir dengan nama Yuli Rahmawati) adalah penyanyi dangdut, model, aktris, presenter dan pesohor berkebangsaan Indonesia. Ia seringkali berpenampilan dan berfoto seksi.

(sumber foto: Liputan6.com)

Ia memulai kariernya di Perancis. Perkenalannya dengan model pria Damien Perez (Yusuf Perez) yang kemudian menjadi suaminya membuka kesempatan awal dirinya tampil sebagai model majalah FHM dan Maxim di Perancis. Dengan penampilannya dalam FHM dan Maxim, Jupe mendapat nominasi 100 perempuan terseksi versi majalah FHM dan Maxim.

Sepertinya cukup kontroversial bagi sebagian kalangan. Namun saya mencoba mengapresiasi dan mencoba menemukan jati diri artis kelahiran 36 tahun ini lewat jejak digitalnya. Tentu saja, karena saya bukan siapa-siapanya Jupe. Fans Juga bukan, karena memang saya jarang sekali mengikuti infotainment dan tidak tahu banyak tentang dunia artis.

Dari pencarian itu ternyata banyak hal luar biasa yang cukup menginspirasi. Dia adalah sosok yang sangat hangat dan bersahabat. Tak heran media massa berulang-ulang mengabarkan duka ini sejak Sabtu siang kemarin, bahkan hampir semua sosial media banjir ucapan #RIPJuliaPerez dari berbagai kalangan, mulai artis, pejabat pemerintah, public figure, hingga masyarakat luas terutama penggemar setia Jupe.

Menjadi wanita yang bisa bersahabat dengan siapa saja, saya akui sangat tidak mudah. Menjadi sahabat berarti harus ‘membunuh’ sikap egois, senantiasa mau mengerti dan saling menghargai. Juga bersedia memaafkan tanpa pandang bulu. Terlebih dunia artis tak pernah lepas dari terpaan gosip, haters, dan beragam godaan lain yang mau tak mau bisa membuat kita dibenci orang lain.

Tapi Jupe berhasil menaklukkan risiko itu, dan berjalan dengan menggandeng tangan semua orang. Tak terhitungnya luapan tangis dan doa yang mengiringi Jupe ke peristirahatan terakhir, menjadi bukti betapa banyak sahabat Jupe, betapa berharganya Jupe di mata semua orang. Bahkan lebih dari sahabat, tak sedikit diantara mereka yang menganggap Jupe seperti kakak, ibu, dan keluarga sendiri.

Itu salah satu mutiara dari sosok yang pernah menjual “Range Rover Vogue”, mobil kesayangannya seharga 1M untuk pembangunan masjid di Papua (Luar biasa bukan!). Lebih lengkap bisa Anda temukan di laman Jejak JalanDamai.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *