Kata dan kamu

kamu
Source: Here

Ada banyak sekali kata yang tak bisa kupahami. Bahkan terlalu banyak kata yang entah bagaimana caranya agar aku bisa memahami. Lebih lagi, ada sangat banyak makna yang tak mampu terkata. Dan ada tak terhitung kata yang tak cukup dijabarkan dengan kata-kata.

Sama seperti kamu. Ada kalanya aku termenung mengkhayati khayalmu. Ada saatnya aku tercabik merindumu. Ada pula waktunya aku menyesal pernah mengenalmu.

Ada juga prasangka bahwa kamu tak pernah memahamiku. Kadang, aku pun menghabiskan malam dengan rintik di pipi, memikirkanmu.

Meski sejatinya, kamu hanya datang untuk menawari bahagia, kamu hanya hadir untuk memberi pelindungan, kamu juga hanya dilahirkan untuk hidup bersamaku, tanpa takaran.

Kata dan kamu memang tidak sama. Tapi kata dan kamu sama-sama membuatku lebih kokoh untuk menemukan diriku sendiri. Lalu apa, siapa, mengapa, dan bagaimana, kata dan kamu itu kukenali dan mengenalku?

Ini Cara Saya Tetap Semangat Nulis

menulis
Source: Here

Berkali-kali saya ditanya soal ini: gimana caranya biar semangat nulis?

Dan, berkali-kali pula saya jawab: saya nggak punya tipsnya. Saya juga masih meraba-raba, masih belajar.

Tapi lama-lama saya jadi mikir, nggak ada salahnya kalau saya kasih jawaban dari pengalaman pribadi. Entah ini namanya tips atau bukan, yang jelas saya hanya ingin berusaha memberi jawaban.

Eum.. Diakui saya nggak punya rahasia ngawur buat bikin semangat nulis itu bangkit. Diakui hal sesepele apa pun sangat bisa berpotensi untuk membunuh mood.

Tapi saya yakin sama satu hal: TEKAD. Continue reading “Ini Cara Saya Tetap Semangat Nulis”

Ini Alasan Saya Cinta Jeruk

Freshly Sliced Oranges
Source: Here

Anda suka jeruk? Saya lebih suka. Sejak balita saya sudah diajak ke kebun jeruk saban hari. Diayun pada salah satu cabang pohonnya yang besar. Juga ikut memetik dan pasti mengumpatkan jeruk ukuran terbesar kala panen raya. Maklum, orang tua saya memang petani.

Bahkan fakta yang barangkali membuat anda kaget, saya bisa menghabiskan lebih dari 3 kg jeruk per hari. Apa tidak sakit perut? Justru itu. Namanya anak kecil mana tahu efeknya. Yang saya tahu waktu itu hanyalah jeruk itu nikmat, bahkan paling nikmat dibanding buah lainnya.

Jangan salahkan orang tua saya jika tidak melarang, karena memang mereka tidak tahu. Saya selalu makan jeruk dalam jumlah banyak saat mereka tidak di rumah. Hingga usia remaja saya baru menyadari, ternyata asam lambung saya tidak beres sampai hari ini. Continue reading “Ini Alasan Saya Cinta Jeruk”

Takdir

Source: Here

Untuk apa aku menanti

Pada akhirnya jika memang harus terjadi,

biarkan itu terjadi dengan sendiri

Makhluk di Bumi menyebutnya: Takdir

Dan, aku tak punya kuasa apa-apa atas itu

–SelarungPagi di PelupukMata

Cinta [Sejati] Tak Pernah Salah Jatuh

Source: Here

Hai, kau masih betah beralama-lama melamun?”

Ah, Kau! Lama tak melihatmu. Apa kabar, Kau?”

“Kurang baik. Aku sedang ditugaskan untuk berhembus lebih kencang dari biasanya, di daratan Barat sana.”

“Berhembus lebih kencang?”

Hu’um

“Di daratan Barat?”

E’um

“Lalu kenapa Kau kemari?”

Hahaha… Pertanyaan bodoh itu masih saja kudengar. Aku merindukanmu. Aku rindu hembusanmu yang lembut dan tak pernah melukai makhluk lain.” Continue reading “Cinta [Sejati] Tak Pernah Salah Jatuh”

Ruang Kosong

Bahkan lemahnya badan yang terkulai di pembaringan pun, justru menyadarkanku untuk menikmati kebahagiaan. Kesempatan ini sejatinya bukan pertama, malah aku sendiri tak mampu menghitung sudah berapa ratus kali penyakit ini tumbuh, mati, lalu tumbuh lagi.

Tapi menikmati bahagia yang tak sedikit pun ada pada sakitnya tarikan napas, baru kurasakan kali ini. Ya, ini bukan virus yang mematikan. Justru sebaliknya. Ini virus yang membahagiakan. Dan awas, virus ini bisa menular!

ruang kosongSempat kuberpikir, menghabiskan masa liburan sebulan full hanya untuk menemani ibu di rumah, adalah pilihan terbodoh yang pernah kuputuskan. Bukan berarti aku tak mau pulang, bukan juga karena aku tak senang bertemu ibu. Sungguh bukan itu.

Bahkan sejujurnya aku bahagia bisa pulang. Ini kesempatan langka. Tahun-tahun sebelumnya, aku hanya bisa pulang tiap lebaran saja. Setahun sekali. Kalau pun libur semester, paling lama seminggu atau lebih beberapa hari di rumah. Itulah kenapa moment pulang begitu berharga untukku. Continue reading “Ruang Kosong”