Terapi Air Hangat, Tips Paling Mujarab Atasi Nyeri Haid

Sejak 7 tahun lalu, hampir tiap bulan saya menderita nyeri haid yang kece abiz. Sering ibu langsung melarikan ke dokter, tapi jawaban dokter tidak pernah memuaskan. “Tidak apa-apa, Bu. Ini hanya nyeri haid biasa. Nanti juga sembuh. Tidak perlu dicemaskan.”, selalu itu yang saya dengar.

Sering kesal sendiri. Mbok yo haid tinggal haid, tidak usah pakai sakit. Pikir saya dulu begitu. Satu sisi saya tidak tahu penjelasan detail mengapa bisa nyeri haid, sisi lain saya tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Alih-alih berharap dokter mampu memberi pencerahan, ternyata jawabannya tak lebih dari “tidak perlu dicemaskan”. Padahal saat itu saya ingin berteriak: kalau tidak perlu dicemaskan, kenapa sampai sesakit iniiiii???!!! Continue reading “Terapi Air Hangat, Tips Paling Mujarab Atasi Nyeri Haid”

Apa pun Tantangannya, yang Penting Ngeblog!

Sempat pesimis dan menundukkan kepala saat melihat ketentuan “My 2nd GiveAway”. Bukan karena terlalu berat (atau memberatkan), tapi karena saya terlambat mendapat informasi. Ya, kesempatan untuk bisa berpartisipasi tinggal 1 hari lagi: HARI INI.

Beruntung mata ini menemukan kata kunci dari permintaan shohibul kontes, Mbak Ika Koentjoro, di semak-semak peta situs blog sederhana ini. “Peserta menceritakan pengalamannya agar tetap eksis ngeblog ditengah padatnya rutinitas harian”, begitu bunyi perintahnya.

Maka sepemahaman saya, point terpenting yang harus didaftarkan dalam giveaway ini adalah “bagaimana saya bisa tetap ngeblog disela kesibukan sehari-hari?”. Continue reading “Apa pun Tantangannya, yang Penting Ngeblog!”

Menyingkap Ke”semu”an Ospek

Memasuki tiap bulan September, Oktober, hingga November, ialah bulan “empuk” bagi DeMa (Dewan Mahasiswa), BEM-F (Badan Eksekutif Mahasiswa – Fakultas), dan BEM-J (Badan Eksekutif Mahasiswa – Jurusan) di UIN Bandung. Konon, bukan hanya moment paling kece untuk eksis di kalangan mahasiswa baru. Tapi juga kesempatan emas untuk mendaur “uang panas” yang datang tanpa diundang, bahkan tanpa rasa “sayang”.

Sudah tentu ada pihak kedua yang menjadi sasaran tembak alias calon “korban”, dari para pamong praja yang berlindung dibalik status organisasi ini. Continue reading “Menyingkap Ke”semu”an Ospek”