Meski datang terlambat ke gedung baru fakultas Dakwah dan Komunikasi, mahasiswa Jurnalistik D tetap percaya diri memasuki Aula Lt. 4 yang sudah dipadati audience. Dipandu oleh sang kosma, Saepul Hamdi, ke-37 mahasiswa ini dipuji berkostum paling rapi oleh salah satu dosen pengampu matkul yang mengajar sebelumnya, lantaran serempak mengenakan batik untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-66 yang jatuh pada 9 Februari kemarin. Continue reading “Bukti Kekompakan Jurnal D: Kenakan Batik pada HPN”
Urgensi Mempelajari Ilmu Dakwah
Pertemuan 1: Rabu, 8 Februari 2012
Perdana tatap muka dengan Pak Ali, saya sudah terlambat. Untung saja (culture Jawa, dalam setiap kesempitan pasti tetap ada keuntungan. Opz!) dosen yang sedikit humoris ini masih memberi dispensasi untuk pertemuan pertama. Tak ingin merasa semakin bersalah, saya langsung menyiapkan buku catatan, pulpen, sepasang bola mata dan sepasang telinga tentunya, juga otak yang siap merekam setiap suku kata ucapan beliau. Tentunya setelah saya memberikan absen dosen dan absen siswa yang KOSMA (Korban Suruhan Mahasiswa, plesetan untuk istilah Ketua Kelas) percayakan pada saya.
Continue reading “Urgensi Mempelajari Ilmu Dakwah”
Silabus Dasar-Dasar Ilmu Dakwah
Universitas: UIN Sunan Gunung Djati Bandung Fakultas: Dakwah dan Komunikasi Jurusan: Ilmu Komunikasi Kons. Jurnalistik Kelas: D Semester: 2
Continue reading “Silabus Dasar-Dasar Ilmu Dakwah”
Jurnal D Proklamirkan Hari Batik
Assalamu’alaikum..
Jurnal D, jangan lupa besok kita tetap pake batik ya :)
Dan itu bakal jadi agenda rutin kita. Stiap Kamis dan Jum’at kita pake batik :)
Begitu isi pesan singkat yang saya terima dari KOSMA, selaku koordinator kelas Jurnal D UIN SGD Bandung. Sedikit terkejut awalnya, namun semenit kemudian sekembang senyum terlukis diwajah mungil yang akrab disapa Damae ini. Tak berfikir panjang lebar tentang alasan dan ulasan, yang pasti saya sangat appreciate dengan ide brilian ini. Continue reading “Jurnal D Proklamirkan Hari Batik”
Titik
Surat untuk Suamiku
Dears, My Beloved Honey
Bila semilir angin sore membelai mesra daun telingamu, sayang..
Itulah titipan tiupan kasih dari lubuk hati terdalam
Pejaman bola mata indahmu sembari meresapi kecupan sayang sang senja
Berharap rasakan hangatnya pelukku, meski sepintas fatamorgana
Kebahagiaan Sejati: Bersama Keluarga
Dulu, saya selalu mencari sebidang lantai yang bisa dijadikan secret basecamp. Sejenak menumpang untuk sekedar membuka buku atau menulis sesuatu.
Ketika masih dirumah, batang pohon Jambu yang rindang menjadi tempat terfavorit selain teras pojok depan rumah dan bawah pohon mangga. Hampir setiap hari ketiganya menjadi saksi sebuah proses belajar panjang dari bocah berambut mie dan bertubuh keci inil. Continue reading “Kebahagiaan Sejati: Bersama Keluarga”

