Ketidaktenangan Malhikdua Ekspo Kampus 2014

posterexpo2
Poster Ekspo

Malhikdua Ekspo Kampus 2014 memang sudah terlaksana. Running news pun sudah terpublish di website sekolah. Bahkan alumni dari tiap kota mendapat sebundel print out liputannya.

Tapi acara yang sudah terencana dua tahun dan baru terlaksana kemarin, Sabtu (1/3/14), itu menyisakan ketidaktenangan.

Ketidaktenangan?

Ya. Sengaja saya tulis ini untuk warisan. Ah, sepertinya kata warisan terlalu berlebihan. Mungkin lebih tepatnya sebagai catatan evaluasi agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi. Itu pun andai egenda akan kembali digelar tahun depan.

Tak ada yang bisa memastikan jika tahun depan saya masih bisa hadir atau tidak. Juga tak ada yang tahu tahun depan masih ada ekspo atau tidak. Kalau pun tidak, cukup jadi dokumentasi pribadi saja.

Asal Usul Ekspo

Meja Absensi Peserta Putri
Meja Absensi Putri

Kisaran dua tahun lalu, saya berkeinginan untuk menyatukan sosialisasi kampus dari alumni Malhikdua yang biasa dilakukan masing-masing kota. Semarang datang sendiri, Jogja datang sendiri.

Berikutnya Jakarta, Surabaya, Cirebon, dan seterusnya. Semua datang tanpa diundang, dengan waktu yang berbeda tapi tujuan acara tetap sama: sosialisasi kampus.

Keinginan saya itu, tidak serta merta ingin menjadikan diri seakan pahlawan (kesiangan). Hanya saja saya berpikir, andai sosialisasi kampus bisa terselenggara dalam satu waktu, sekolah cukup meliburkan siswa sehari; efesien.

Tentunya persatuan semua alumni juga lebih terasa. Tidak jalan masing-masing, tapi melangkah bersama. Di sela atau selesai acara juga bisa menyempatkan untuk temu kangen sesama alumni, tidak mesti nunggu agenda haul (setahun sekali).

Saya membayangkan, betapa menyenangkan jika alumni bisa berkontribusi untuk almamaternya. Selama ini jarang sekali ada program yang memang dicanangkan khusus agar alumni ke pondok itu tidak hanya sekadar menjenguk asrama atau kelasnya.

Jika pun ada, bisa dipastikan alumninya itu-itu saja. Maka dengan program ekspo kampus yang menyatukan seluruh alumni ini, siapa tahu bisa mewujudkan bayangan itu.

Setidaknya 3 alasan itu menguatkan tekad saya untuk berani mewujudkan ekspo bersama seluruh alumni. Pertama kali mengutarakan ide ini, saya mengajak Himmah Jakarta. Di bawah kepemimpinan Anis Lutfi Masykur, dia membantu saya mengontak para ketua di kota lain.

Sempat menghasilkan kesepakatan dan memang terlaksana di tahun pertama. Sayangnya Bandung dan Jakarta cancel hadir. Berdasar kabar yang beredar, hanya Semarang dan Jogja yang bisa. Itu pun kacau acaranya. Terbayang betapa tidak becusnya saya mengatur hal yang sudah saya impikan setahun. Disaat kesempatan sudah di depan mata, saya justru tidak bisa berbuat apa-apa.

Penyesalan itulah yang membuat saya kembali mencoba di tahun kedua. Sampai dibela-belain meluncur dari Bandung ke Benda hanya untuk mendapat kesepakatan Malhikdua. Kesepakatan untuk menjadi penyelenggara ekspo kampus tahun 2014.

Meski pada akhirnya tetap ada yang bertanya: kenapa harus Malhikdua, kenapa tidak pondok saja sekalian biar tidak  mengunggulkan satu pihak? Jabawan saya cuma satu: karena saat itu saya hanya tahu bagaimana bernegosiasi dengan Malhikdua. Kalau ke pondok, saya tidak tahu harus menghubungi siapa dan siapa pula yang akan mengurusnya.

Singkat cerita, akhirnya deal dengan Malhikdua. Titik.

Proses Persiapan Ekspo

Unwahas
Persiapan Stan Unwahas

Setelah deal, tentu saja hal pertama yang saya kejar adalah kesesuaian waktu dan kesediaan alumni di seluruh kota.

Inilah yang membuat saya sadar bahwa:

– Menyatukan jadwal alumni di seluruh kota tidaklah mudah. Sempat disepakati 20 Februari, berikutnya diubah menjadi 1 Maret 2014. Tapi,

– Mendapat kesepakatan untuk kerjasama dengan seluruh alumni jauh lebih sulit. Semarang awalnya mau, ternyata diam-diam menyelenggarakan duluan dan baru memberitahu setelah terlaksana. Begitu juga Jogja, tidak jadi hadir pada hari H meski 3 hari sebelumnya bilang fix ikut.

– Mendiskusikan semua hal terkait acara via komunikasi jarak jauh, sungguh sangat berat. Entah berapa ratus SMS terkirim, berapa puluh kali call dan menjelaskan hal yang sama, dan berapa kali dicuekin saat share info via chatgroup.
– Dan masih banyak lagi.

Tapi semakin saya nikmati kesulitan itu, semakin saya sadar bahwa acara ekspo itu benar-benar harus terlaksana. Hingga saya beranikan diri untuk terus melangkah meski sudah terlihat sangat berat.

– Untuk menambah semarak, saya kontak semua alumni di luar negeri. Ada Mesir, Maroko, Yaman, dan Turki. Meski kemungkinannya tipis dan agak ribet, untungnya mereka menyambut hangat program ekspo dan mau membantu.

– Masalah dari ke-4 negara itu justru ada pada alumni di dalam negeri yang mewakili presentasi. Semua saling lempar dan saling beradu kesibukan. Sejujurnya sangat disayangkan, tapi saya tetap berterima kasih pada salah satu alumni Mesir yang mau hadir.

– Saya hampir putus asa saat mendiskusikan konsep acara. Ada perbedaan request antara Malhikdua dan alumni. Bahkan rundown sampai saya ganti 5 kali.

– Begitu juga file presentasi dari semua kota. Rasanya ingin menyerah saja kalau menagih file-file itu dari masing-masing kota. Bayangkan saja, ada 5 kota dan 4 negara. Total ada lebih dari 20 kampus. Suer, sampe capek ini jari dan bibir ngomel. Bukan buat apa-apa, sekadar memastikan kalau presentasi sesuai dengan konsep acara dan durasinya.

– Meski hasilnya tidak terlalu memuaskan, dan persiapan memang dirasa sangat kurang, tapi life must go on.

Proses Acara Ekspo

Opening
Pembukaan Acara

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Bandung sampai sempat bertengkar kecil dengan pemilik rental mobil. Malang sampai terdampar di Tegal karena supir hanya seorang. Jakarta juga sempat tersendat di Indramayu karena ban bisnya bocor.

Hanya dua yang mulus: Semarang dan Cirebon. Semarang pun hanya 3 orang dan di luar prediksi karena sebelumnya mereka sudah menyelenggarakan sendiri.

Beberapa catatan saya selama acara:

– Malang dan Jakarta datang sangat terlambat. Apa pun alasannya, tetap saja keterlambatan ini membuat rundown kacau dan pembagian tugas alumni berantakan.

– Terlebih Jogja yang cancel tanpa kabar, sungguh membuat semua kecewa dan scheduler putar otak untuk menggantikannya.

– Meski sudah diatur sedemikian rupa, tetap saja kecolongan durasi hiburan yang terlalu lama. Sempat membuat panik dan molor acara.

– Ada beberapa presentasi yang memakan waktu sangat lama. Akibatnya sudah bisa diduga: rundown molor lagi.

– Pesertanya dari SMA luar Al Hikmah berhalangan hadir karena sedang try out. Jadi hanya ada Malhikdua, Smalhikdua, dan SMK Wicaksana.

– Ada kampus yang tdak terdaftar sebelumnya dan justru memberi presentasi paling lama, meski sudah ada kesepakatan sebelumnya: tidak lebih dari 7 menit.

– Kurang koordinasi dan tidak tampak saling membantu antaralumni saat acara berlangsung. Jadi yang capek ya capek, yang santai ya santai.

– Panitia lokal dengan alumni kurang koordinasi.

– Peserta kurang bisa dikendalikan dan diajak kerjasama. Sepertinya ini sudah menjadi ciri khas santri: susah diajak kompromi biar acara sukses.

– Doorprize melebihi target. Terima kasih pada segenap alumni yang sudah menyumbang.

– Hiburan melebihi target. Terima kasih pada semua elemen organisasi Malhikdua yang sudah mengatur sedemikian rupa.

Secara keseluruhan, acara memang kurang efektif dan efesien. Tapi semua sudah berusaha semaksimal mungkin.

Pra Acara Ekspo

Tim Scheduler
Tim Scheduler Keder ngatur Jadwal

Berdasar rundown, harusnya acara selesai jam 3 sore. Paling telat jam 4. Namun acara baru kelar lebih dari jam 5. Sempat terkejut melihat antusias peserta yang membaur dan membentuk kelompok-kelompok kecil tanpa diminta.

Ada yang mengejar Malang, Bandung, Jakarta, Semarang, juga ada yang tetap menyaksikan hiburan akhir. Sayangnya Cirebon pulang duluan.

Meski tidak sempat temu kangen alumni dan sowan ke Abah Sholah dan Abah Mukhlas, tapi beberapa menit evaluasi acara cukup membuat semua mata bertemu. Di evaluasi itu juga sempat terdengar beberapa unek-unek alumni terkait acara dan bagaimana harapan ke depan.

Sungguh, itu membuat saya lega. Setidaknya semua tahu kalau acara ini terselenggara penuh perjuangan. Jadi apa pun hasilnya, tidak patut disesali.

M2net juga berhasil menyelesaikan cindera mata berupa hasil liputan mereka selama acara. Print out berita itu menjadi bukti bahwa ekspo sudah terlaksana. Seburuk apa pun itu, setidaknya inilah awal langkah alumni.

Semoga masih ada kesempatan dan akan terus tercipta kesempatan untuk berbuat yang lebih baik dari ini. Saya hanya melakukan semampu saya; hanya sampai pada membuka gerbang saja. Kalianlah, alumni-alumni yang masih muda, yang akan meneruskannya.

Bahkan saya sangat berharap, kiprah alumni tidak berhenti sampai disini. Terus ada inovasi dan perjuangan sejati untuk tidak berhenti berbagi. Bukankah hidup lebih bahagia kalau kita bisa bermakna untuk sesama?

Beberapa notes sebelum saya akhiri postingan yang puanjang ini:

– Ada sedikit uang jajan dari Malhikdua yang saya terima, sebenarnya ingin sekali bisa digunakan untuk makan bareng semua alumni yang hadir. Tapi apalah daya, semua dikejar waktu rental mobil. Jadi saya hanya bisa mentraktir makan Himmah Bandung dalam perjalanan pulang.

– Semua yang tertulis disini tak ada niat untuk menyombongkan diri. Tapi ini murni sebagai dokumentasi pribadi, sekaligus laporan pertanggungjawaban pada semua alumni yang telah berpartisipasi dalam acara ini.

– Saya sampai menenangkan diri selama seminggu untuk bisa menulis ini semua. Sungguh sangat takut kalau ada satu kata saja yang tercampur emosi. Itulah mengapa saya baru bisa mempostingnya hari ini.

– Terakhir, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada segenap alumni. Baik dalam negeri maupun luar negeri. Baik yang telah hadir atau menyaksikan dari jauh. Terima kasih atas kerjasama dan partisipasinya. Begitu juga untuk Malhikdua sebagai penyelenggara, sekali lagi terima kasih.

– Tak lupa saya mohon maaf atas segala hal yang kurang berkenan untuk keseluruhan acara maupun dari saya pribadi. Mohon dimaafkan.

Wallohu’alam.***

*Foto-foto terlampir ini memang belum lengkap, saya belum menerima semua kiriman kru liput Malhikdua. Ini hanya beberapa dokumentasi kiriman Himmah Cirebon.

17 thoughts on “Ketidaktenangan Malhikdua Ekspo Kampus 2014

    • damai_wardani says:

      heuheu.. baca saja di web sekolah, mas.
      makasi juga atas bantuan mas lukman dan kawan2 mesir, :)

      • lukman says:

        kami yang harusnya berterima kasih pada mba damai dan temen2 panitia yg lain, krn diberi kesempatan utk berpartisipasi dlm acara ini….
        terima kasih mba damai, jazakumullah khoiron,….

        • damai_wardani says:

          ahaha.. harusnya justru saya maksa kasih partisipasi lebih gitu, ya? heueheu..

          semoga ke depan partisipasi alumni bisa lebih baik dari ini.

  1. Pingback: Kemanakah Wajah Keren Alumni [Malhikdua]? – Ruang Sederhana

  2. hade says:

    hmmm, saya pernah minta brosur informasi perguruan tinggi yang ada di jogja, informasiny lengkap sampe biayanya, update tiap taun. mintanya di dinas pendidikan. bisa minta banyak kok brosurnya bilang aja tujuany buat sosialisasi. mkn itu bisa jd solusi bagi yg ingin tau informasi tentang perguruan tinggi.

  3. Hamam says:

    Mantaplah gagasan n realisasiny, mski dg perjuangn n pngorbanan. satu langkah maju utk berbagi info kampus demi bakal alumni santri alhikmah, semoga bisa terus berlanjut lbh baik mba damai..

    • damai_wardani says:

      dan semoga akhi hamam juga bisa berpartisipasi taun depan ya. syukur2 bisa kasih gagasan baru. heuheu

  4. Pingback: Kemanakah Wajah Keren Alumni? – Ruang Sederhana

  5. Damung says:

    subhanallah .. semoga apa yang dikerjakan berkah dan bermanfa’at untuk semuany,salut sekali entah berapa jempol yang harus ditunjukan untuk mbak kecil yg gesit nan cerdas ini ..
    sepakat sekali tulisan ini mengemuka,kalo memang untuk menyindir boleh kok,marah juga boleh,karena memang sebuah kenyataan yg harus diungkapkan. Agar menjadi peringatan serta bahan intropeksi bagi semua pihak yg terkait,hehe ..

    Mabruk Fiky mbak Damae

    • damai_wardani says:

      heuheu.. makasi makasi makasiiii aa bageurrr.. :)

      yuk mari kita bergandeng tangan dan lanjutkan aksi, :)

  6. Pingback: Giveaway “Berbagi Ide untuk Pesantren” – Ruang Sederhana

  7. ihya ulumudin says:

    saya sangat salut dan mengapreasi sekali perjuangan tmn2 alumni atas terselenggaranya acr expo campus.
    smg kdpn acr nya lbh baik dan sukses :D
    maaf saya gak bs hadir :)
    terimakasih infonya

  8. Pingback: Pengumuman Final Giveaway “Berbagi Ide untuk Pesantren” – Ruang Sederhana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *