Arti Tanggal Merah untuk Anak Kos

banyak tanggal merah
Belum jadi DPR saja sudah Merah semuah, :D
Source: Here

Bulan April ini banyak sekali tanggal merah. Bahkan beberapa hari yang tidak merah pun bisa jadi “berarti” merah untuk sebagian orang. Terutama anak kos seperti saya. Kalau diruntut dari awal bulan, ada tanggal 9 dan 18 yang menjadi primadona Dewi April tahun ini. Cuma 2 hari?

Yup. Memang Cuma 2 hari, sob. Itu pun tanggal 9 bukan tanggal merah, melainkan hari Pencoblosan se-Indonesia, eh, maksudnya hari Pemilu Legislatif 2014. Tanggal merah yang benar itu hanya di hari ini, 18 April 2014.

Tapi dua tanggal itu sama-sama bersambung dengan akhir pekan yang secara tidak langsung menciptakan “harpitnas” atau hari kejepit nasional.

Percaya? Continue reading “Arti Tanggal Merah untuk Anak Kos”

Pengumuman Pemenang Giveaway 2 “Pernah Dengar Pesantren?”

Setelah merekap semua jawaban yang masuk, membaca satu per satu, menimbang secara adil, dan mengambil keputusan, akhirnya saya berani mengumumkan. Inilah pemenang Giveaway 2 “Pernah Dengar Pesantren?”

Juara 1 — mendapat hadiah:
Hadiah Juara 1 GA 2Buku “Vaksinasi” karya Ummu Salamah, kiriman dari Mas Eswahyudi (sahabat blogger yang sedang bahagia dengan keluarga barunya *acieee)
Gratis 1 domain .web.id + hosting 2GB IIX (tahun pertama) + pre instaled toko online siap pakai
Buku “Kumpulan Do’a & Dzikir” karya Chamimah M., kiriman dari Mbak Robiah Al Adawiyah (sahabat blogger yang sedang merampungkan studi S2-nya *semoga lekas memakai Toga lagi*)
Sebuah pin cantik bergambar logo Trilogi Giveaway “Action for Pesantren”

Dan pemenangnya adalah… *jeng jeng jeng* Continue reading “Pengumuman Pemenang Giveaway 2 “Pernah Dengar Pesantren?””

Angin Ngoceh Soal Pemilu

pemilu
Ayo Memilih Semuanya!

Pemilu sudah menggema ke seluruh negeri. Pesta demokrasi yang katanya “demi masa depan bangsa” itu kian hari kian panas. Sodok sana, sodok sini.

Terjang sana, terjang sini. Kampanye terbuka, kampanye tertutup. Retorika dimana-mana.

Keluar rumah satu langkah, ada foto narsis si Anu dari partai Ini. Langkah kesepuluh, terpajang spanduk si Itu dengan program yang tak jelas. Tambah 5 langkah, ada iklan caleg Ini yang numpang di nama toko.

Jangan-jangan nama toko yang numpang di iklan caleg itu? Tambah 10 langkah, baligho besar bergambar calon Presiden RI, gagah, rapi, berpeci, tapi jelas sekali wajahnya berilusi. Continue reading “Angin Ngoceh Soal Pemilu”

My Private Hero

dewi_yull
Dewi Yull

Namanya sederhana. Orangnya sederhana. Kebahagiannya juga sederhana. Tapi semangat hidupnya luar biasa. Tak peduli menjadi babu di negeri sendiri atau di negeri orang.

Masa mudanya habis untuk bekerja dan memperjuangkan keluarga. Siapa sangka, dari gadis yatim (kini juga piatu) yang hanya lulus SD ini, lahir dua (calon) sarjana.

Tingginya tidak lebih dari 150 cm. Tubuhnya berisi dan tampak segar. Puluhan tahun wajahnya hitam terbakar mentari lantaran di sawah setiap hari, ia masih selalu tersenyum tegar.

Gigi putih bersih, tak satu pun berlubang meski usianya hampir kepala 6. Hanya tangan dan kaki yang amat kasar, bukti perihnya pekerjaan selama ini.

Ditakdirkan lahir dari keluarga miskin, telah menuntunnya ke jutaan liku jalan. Ibunya meninggal sejak bayi, ayahnya menikah lagi meski belum punya penghasilan tetap. Sedikit melegakan karena ia menjadi anak ke-4 dari 6 bersaudara yang semuanya perempuan. Sesulit apa pun bertahan hidup, ia punya 3 kakak yang setidaknya memberi makan dan tempat tinggal. Continue reading “My Private Hero”

Kedamaian Senja

senja
Source: Here

Senja secantik ini sangat sayang kalau diabaikan. Lebih sayang lagi kalau dipandang mendung. Hei, kawanan burung itu cantik sekali. Membentang sayap, membersamai mentari yang hendak tenggelam. Belalang dan kupu juga tak tinggal diam. Selagi masih ada sinar, mereka asik bercengkrama dengan bunga dan ilalang.

Sayangnya, lebih sayang lagi, kau disini merusak sunyiku.

Tidak. Aku hanya ingin menikmati mega merah melukis langit. Menikmati warna yang mendamaikan.

Apa bagusnya warna itu?

Sudah kubilang, warnanya mendamaikan. Continue reading “Kedamaian Senja”

Makan Matematika

matem
Source: Here

Jadwal padat yang harus dilakoni santri memang tidak bisa dipungkiri. Mulai bangun jam 3 pagi sampai tidur jam 11 malam, dilalui dengan sederet rutinitas yang tak memberi ruang santai. Pernah saya ceritakan pada postingan dulu, bahkan hari libur pun tidak bisa benar-benar libur.

Justru hari libur itu moment berharga untuk semua organisasi beraksi. Saya sampai bingung, kok bisa adaaaaa saja kegiatannya.

Menyiasati seabreg jadwal itu, sering membuat saya telat makan. Apalagi kalau saya melewatkan jadwal makan bersama kawan-kawan sekamar asrama, pasti nafsu makan langsung hilang. Makan sendirian kan kurang nikmat. Tidak heran catatan dokter untuk saya di rumah sakit itu berlembar-lembar. Continue reading “Makan Matematika”